Waduh! Makin Banyak Pengangguran di Selandia Baru

New Zealand
Sumber :
  • Wikipedia

Jakarta, VIVA – Selandia Baru tengah menghadapi lonjakan pengangguran terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan jumlah pengangguran mencapai sekitar 158 ribu orang. Meski analis memperkirakan kondisi akan membaik pada 2026, para ahli menegaskan bahwa tak semua pencari kerja akan terserap kembali ke dunia kerja.

img_title Pria Jepang Alami Amnesia Bertahun-tahun, Ingatan Pulih Usai Ganti Pekerjaan

Tingkat pengangguran di negeri itu kini naik tajam dari 3,2 persen menjadi 5,2 persen, level tertinggi sejak pandemi. Padahal beberapa tahun lalu, pasar tenaga kerja Selandia Baru dikenal paling tangguh di kawasan Pasifik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, banyak perusahaan menahan rekrutmen baru di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kepala peramal Infometrics, Gareth Kiernan, menegaskan bahwa bahkan dalam kondisi ideal, tingkat pengangguran “normal” tidak akan bisa nol persen.

img_title Ekspansi Industri Elektronik Dorong Kebutuhan Talenta, Kolaborasi dengan Kampus Diperkuat

“Bahkan pada tingkat 4 persen, bisnis masih kesulitan menemukan staf yang sesuai untuk mengisi lowongan,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari RNZ, Selasa, 14 Oktober 2025.

Auckland New Zealand

Photo :
  • BusinessInsider

img_title Atasi Pengangguran, Polres Metro Bekasi Kota Gandeng PT Sentosa Garmindo Melalui Program POLIRAN

Ia menambahkan, sisa pengangguran di level tersebut biasanya mencakup orang-orang yang sedang berpindah pekerjaan, atau mereka yang belum memiliki keterampilan teknis dan kesiapan kerja.

Awal tahun ini, terungkap ada penerima tunjangan JobSeeker work ready support yang sudah hidup dari bantuan sosial selama hampir 44 tahun. Fakta ini menunjukkan adanya kelompok masyarakat yang sulit keluar dari jebakan pengangguran jangka panjang.

Kiernan juga memperingatkan bahwa jika tingkat pengangguran terlalu rendah, justru bisa memicu tekanan ekonomi baru. “Seperti yang kita lihat selama pandemi, tingkat pengangguran di bawah 4 persen kemungkinan besar akan menyebabkan tekanan besar pada biaya tenaga kerja, yang kemudian memicu inflasi, sehingga tidak berkelanjutan dalam jangka menengah,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski begitu, Infometrics memperkirakan akan ada sekitar 85 ribu pekerjaan baru hingga akhir 2026, namun tak semua pengangguran akan tertolong. “Dengan kata lain, kami memperkirakan jumlah pekerja pada akhir 2026 akan meningkat 86.200 dari level Juni 2025, dan pada akhir 2027 meningkat 136.000 dari Juni 2025,” jelas Kiernan.

Ia menilai proyeksi itu cukup optimistis, tetapi mengingat lemahnya ekonomi tahun ini, pemulihan bisa lebih lambat dari harapan. “Masalahnya, saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan berarti. Jadi agak seperti tindakan penuh keyakinan untuk mengatakan semuanya akan baik-baik saja pada akhir tahun depan, terutama melihat betapa mengecewakannya kondisi ekonomi tahun ini,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut