Ada Akademi Pengentasan Kemiskinan di Daerah Ini, Intip Targetnya

Ilustrasi kemiskinan di Indonesia.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi

Jakarta, VIVA – Pemerintah, melalui Lembaga Administrasi Negara mengambil langkah nyata dalam mengentaskan kemiskinan di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya Indramayu. Hal itu dilakukan dengan mencari terobosan baru dan mencari suatu formula yang tepat bagaimana menyelesaikan problem kemiskinan lewat Program Akademi Kemiskinan.

img_title Anggaran Perlinsos Capai Rp639,6 Triliun, Pemerintah Kejar Target Kemiskinan Turun Jadi 5 Persen di 2029

Indramayu menjadi perhatian khusus Pemerintah karena kabupaten ini tercatat sebagai kabupaten dengan angka penduduk miskin tertinggi di Jawa Barat yaitu 11,02 persen. Akademi kemiskinan pun diluncurkan di daerah tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Lembaga Administrasi Negara, Muhammad Taufiq, menyampaikan permasalahan kemiskinan bukan hanya persoalan ekonomi semata. Kemiskinan adalah persoalan struktural yang bersinggungan dengan pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, akses infrastruktur, hingga pola pikir masyarakat.

img_title Angka Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8 Persen, Cak Imin: 2029 Ditargetkan 5 Persen

“Kemiskinan adalah hal yang multi dimensi mencakup aspek ekonomi, sosial maupun budaya sehingga Pemerintah harus berkolaborasi dengan sektor swasta dalam mengentaskan kemiskinan. Dalam aspek pengentasan kemiskinan karena merupakan prioritas Nasional, maka harus banyak instansi yang bergerak bersama - sama untuk ikut mengentaskan kemiskinan, jadi tidak hanya jadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga tanggung jawab non Pemerintah”, ujarnya. Taufiq dikutip dari keterangannya, Rabu, 15 Oktober 2025.

Akademi Pengentasan Kemiskinan.

Photo :
  • istimewa.

img_title Pemprov Bocorkan Sejumlah Faktor Turunnya Angka Kemiskinan di DKI: Jakarta Berada di Bawah 4 Persen

Taufiq menambahkan, yang harus dirubah dalam mengentaskan kemiskinan adalah perubahan mindset masyarakat. Perubahan pola pikir masyarakat harus dirubah agar tidak semata-mata menerima hanya bansos tetapi masyarakat dibekali keterampilan agar dapat sejahtera secara berkelanjutan.

Dia mengatakan, dengan adanya Undang-undang ASN yang baru, diharapkan ASN belajar secara berkelanjutan agar relevan dengan kebutuhan organisasi. Dan juga mencari solusi dengan belajar dengan masyarakat penerima manfaat untuk merumuskan masalah dan mencari solusi masyarakat miskin agar sejahtera secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“filosofi dari program ini merupakan suatu program rintisan dimana penerima manfaat nantinya menjadi aktor untuk mengentaskan kemiskinan, untuk seterusnya” tutupnya

Akademi pengentasan kemiskinan dalam kerangka Corpu juga dimaksudkan untuk mengembangkan ekosistem pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan. Secara nasional ekosistem pengentasan kemiskinan dapat dikoordinasikan oleh kemensos dan BP Taskin untuk penyelarasan dengan program prioritas nasional dan dalam wilayah Provinsi dapat dikoordinasikan oleh BPSDM bersama dengan perangkat daerah terkait yang diselaraskan dengan program prioritas daerah.  

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut