Bursa Asia dan Wall Street Kompak Menguat, Terdorong Apa?

Ilustrasi ekonomi Amerika Serikat
Sumber :
  • BusinessInsider

Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik melejit pada pembukaan perdagangan Kamis, 16 Oktober 2025. Penguatan pesat sejalan kinclongnya bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street, berkat solidnya kinerja keuangan bank besar di negara tersebut. 

img_title IHSG Tergelincir 1,88% ke 6.031, Investor Dibayangi Lonjakan Yield US Treasury

Bank-bank besar melaporkan laba yang melampaui ekspektasi pasar. Penutupan pemerintahan (government shutdown) yang memasuki minggu ketiga dan meningkatnya ketegangan perang dagang AS dan Tiongkok menjadi pendorong kinclongnya kinerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam beberapa hari terakhir, para investor terus waspada karena sering meningkatnya ketegangan perang dagang. Meski begitu, Indeks Volatilitas CBOE (VIX) atau indikator pengukur ketakutan Wall Street, menunjukkan tren peningkatan selama seminggu terakhir.

img_title OJK Catat Total Penyaluran Kredit Bank per Agustus 2026 Tumbuh 13,65%, Capai Rp9.178 Triliun

Wall Street mencatat kenaikan lebih dari 21,6 basis poin (bps) atau mencapai tertingginya sejak akhir Mei 2025. Indeks ditutup pada 20,6 bps pada perdagangan Rabu, 15 Oktober 2025.

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi

Photo :
  • freepik.com/freepik

img_title Uni-Charm Indonesia Bukukan Laba Tahun Berjalan Rp 158,62 Miliar di Semester I-2026

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi

Photo :
  • Dok. Istimewa

Dari kawasan regional, investor akan mencermati data ketenagakerjaan Australia untuk bulan September 2025. Laporan yang rencananya rilis pada hari ini, Kamis, 16 Oktober 2025, diprediksi bahwa tingkat pengangguran naik ebesar 4,3 persen dari 4,2 persen pada bulan Agustus 2025.

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 melonjak 0,95 persen. Indeks acuan Jepang lainnya, Topix, juga mencatatkan penguatan sebesar 0,8 persen. 

Di Korea Selatan, indeks Kospi melambung 1,09 persen. Lalu indeks Kosdaq yang terdiri sari saham-saham berkapitalisasi kecil bergerak 0,2 persen lebih tinggi pada awal jam perdagangan pasar.

Indeks ASX/S&P 200 di Australia meningkat 0,16 persen. Namun, indeks Hang Seng Hong Kong lebih rendah melemah ke level 25.848 dari sebelumnya di posisi 25.910.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Wall Street, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 17,15 poin atau 0,04 persen menjadi 46.253,31. Walaupun berakhir di zona merah, tetapi indeks 30 saham terbaik itu sempat mencatat lonjakan 422,88 poin selama sesi perdagangan.

Indeks  S&P 500 juga terpantau menguat hingga 1,2 persen intraday tetapi terkikis dan ditutup hanya menguat 0,4 persen dan ke level 6.671,06.  Indeks Nasdaq Composite turut mencatat lompatam hingga 1,4 persen namun tergerus hingga tersisa 0,7 persen dan parkir di area 22.670,08. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meninjau pembangunan Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung

Bentuk Dana Cadangan, Pramono Pastikan DKI Tetap Pegang Kendali Bank Jakarta Meski IPO

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan pembentukan Dana Cadangan Daerah guna memperkuat kapasitas fiskal dan menjamin ketersediaan anggaran pembangunan.

img_title
VIVA.co.id
11 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut