Gaji Elon Musk Minta Dipulihkan

Elon Musk.
Sumber :
  • Medium

Jakarta, VIVA – Paket gaji Elon Musk yang totalnya mencapai US$56 miliar (Rp928 triliun) dari Tesla seharusnya dipulihkan melalui pemungutan suara pemegang saham perusahaan tahun lalu, ungkap seorang pengacara Tesla berpendapat di Mahkamah Agung Delaware, Amerika Serikat (AS).

img_title Purbaya Sebut Anggaran Gaji Manajer Kopdes yang Ditanggung APBN 2 Tahun Tidak Besar

Seperti dikutip VIVA dari Reuters, Kamis, 16 Oktober 2025, salah satu pertempuran hukum korporat terbesar memasuki tahap akhir setelah hakim pengadilan yang lebih rendah membatalkan rekor kompensasi CEO Tesla pada Januari 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan juga mengajukan banding atas putusan pengadilan yang lebih rendah yang menolak suara pemegang saham untuk memulihkan paket gaji karena dianggap tidak sah secara hukum.

img_title Prancis Berencana Pangkas Gaji Menteri dan Anggota Dewan Demi Hemat Anggaran

"Ini adalah pemungutan suara pemegang saham paling terinformasi dalam sejarah Delaware," ujar Jeffrey Wall, pengacara Tesla, kepada para hakim.

Hasil kasus ini dapat menimbulkan konsekuensi besar bagi negara bagian Delaware, hukum korporat yang digunakan secara luas, dan pengadilan kanselirnya – tempat yang dulunya disukai untuk perselisihan bisnis tetapi baru-baru ini dituduh memusuhi pengusaha yang kuat.

img_title Eva Stevany Rataba Masuk Desil 4, Segini Gaji dan Tunjangannya

Putusan pengadilan kanselir yang membatalkan gaji Elon Musk telah menjadi seruan bagi para kritikus Delaware. Kanselir Kathaleen McCormick memutuskan bahwa dewan Tesla tidak independen ketika menyetujui paket gaji Musk pada 2018 dan bahwa para pemegang saham tidak memiliki informasi penting ketika mereka memberikan suara mayoritas untuk mendukungnya.

Alhasil, ia menerapkan standar hukum yang ketat dan menganggap gaji tersebut tidak adil bagi investor.

Elon Musk tidak menghadiri argumen yang diadakan di pengadilan khusus untuk menampung 65 orang yang hadir, sebagian besar pengacara.

Para terdakwa, direktur Tesla saat ini dan sebelumnya, membantah melakukan kesalahan dan mengatakan McCormick salah menafsirkan fakta dan hukum.

Tesla berargumen di Dover, Delaware, bahwa lima hakim di pengadilan tinggi Delaware memiliki tiga cara untuk membatalkan putusan pengadilan yang lebih rendah.

Mereka dapat menemukan bahwa Elon Musk, yang memiliki 21,9 persen saham Tesla pada 2018, tidak mengendalikan negosiasi gaji dewan direksi dan bahwa para pemegang saham telah diberi informasi lengkap ketika mereka memberikan suara untuk menyetujuinya pada tahun itu.

Mereka dapat menentukan bahwa pencabutan gaji tersebut merupakan tindakan hukum yang tidak tepat karena tidak membatalkan pekerjaan yang telah dilakukan Musk atau keuntungan yang telah diterima para pemegang saham.

Atau, mereka dapat menentukan bahwa pemungutan suara ratifikasi tahun lalu menunjukkan bahwa para pemegang saham ingin menerima kesepakatan gaji tersebut, terlepas dari kelemahan hukumnya.

"Para pemegang saham pada tahun 2024 tahu persis apa yang mereka pilih," kata Wall.

Sementara Greg Varallo, pengacara Richard Tornetta, investor kecil yang mengajukan kasus ini pada 2018, mengatakan jika pengadilan menerima ratifikasi, hal itu akan memungkinkan salah satu pihak untuk mengubah hasil setelah proses pengadilan selesai.

"Gugatan hukum akan terus berlanjut," ujarnya kepada para hakim. Varallo berusaha meyakinkan para hakim bahwa putusan pengadilan yang lebih rendah merupakan hasil dari pencarian fakta yang cermat dan berdasarkan hukum yang berlaku.

"Tidak ada yang luar biasa dari opini persidangan ini. Yang membuatnya benar-benar luar biasa adalah karena putusan ini membahas paket gaji terbesar dalam sejarah manusia, yang diberikan kepada orang terkaya di dunia, yang juga merupakan salah satu orang paling berkuasa di dunia," tegas dia.

Didorong sebagian oleh putusan Musk tentang gaji, perusahaan-perusahaan besar, termasuk Tesla, Dropbox, dan perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz, memindahkan kantor hukum mereka ke Texas atau Nevada, di mana pengadilan lebih ramah terhadap para direksi.

Para legislator Delaware menanggapi kepergian para perusahaan tersebut, sebuah tren yang dikenal sebagai "Dexit", dengan merombak hukum perusahaannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika Elon Musk kalah dalam banding, ia tetap akan mendapatkan puluhan miliar dollar AS dalam bentuk saham dari perusahaan kendaraan listrik tersebut, yang pada Agustus telah menyetujui kesepakatan penggantian jika rencananya di 2018 tidak dipulihkan.

Elon Musk adalah orang terkaya di dunia dengan kekayaan sekitar US$480 miliar (hampir Rp8 ribu triliun), menurut Forbes seperti dilansir VIVA.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin

Menkes Budi Soroti Masalah di Rumah Sakit: Dokternya Tak Dibayar

Menkes Budi menyoroti persoalan di dunia kesehatan. Salah satunya ada beberapa tenaga kesehatan yang gaji atau upahnya tak dibayarkan oleh rumah sakir (RS) paripurna.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut