Rupiah Menguat seiring Optimisme Soal Potensi Pemangkasan BI Rate

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.661 di Tengah Isu Pergantian Menkeu Purbaya ke Suahasil

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.585 per Senin, 20 Oktober 2025. Posisi rupiah itu menguat 5 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.590 pada perdagangan Jumat, 17 Oktober 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Selasa, 21 Oktober 2025 hingga pukul 09.20 WIB, rupiah ditransaksikan di level Rp 16.570 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 5 poin atau 0,03 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.575 per dollar AS.

img_title IHSG Dibuka Menghijau seiring Anjloknya Bursa Asia dan Wall Street Imbas Lonjakan Harga Minyak

Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal

Photo :
  • istockphoto.com

Pemerintah mengumumkan tambahan anggaran untuk program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) senilai Rp 30 triliun, yang akan diberikan kepada 35 juta keluarga pada Oktober sampai Desember 2025. BLT baru ini sudah didistribusikan dan diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat serta menstimulasi perekonomian.

img_title Aisar Khaled Dipolisikan! Begini Awal Mula Kasus Perjanjian Investasi Rp5,7 Miliar

Namun, kebijakan BLT tersebut belum akan berdampak signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi. Program berbasis konsumsi seperti BLT hanya memberikan dorongan jangka pendek. 

"Untuk memperkuat ekonomi secara berkelanjutan, pemerintah perlu memperbesar porsi kebijakan yang mendorong ekspor, investasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujar Ibrahim.

Program yang mendorong ekspor dan investasi akan jauh lebih efektif untuk menumbuhkan ekonomi. Jangan lupa juga pentingnya investasi di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan teknologi.

Selain itu, peningkatan akses pendidikan gratis juga perlu diperluas agar Indonesia memiliki lebih banyak tenaga kerja terampil yang mampu mendukung produktivitas nasional, sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 22 Oktober 2025. Konsensus memperkirakan bank sentral akan menurunkan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.570 - Rp 16.600," ujarnya.

Uang dolar AS dan rupiah.

Rupiah Melemah ke Rp 17.702 di Tengah Harapan Pengelolaan Fiskal oleh Suahasil

Hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.702 per dolar AS. Posisi itu melemah 8 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.694 per dolar AS.

img_title
VIVA.co.id
16 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut