IHSG Ditutup Koreksi Tipis di Bawah Posisi Awal, Ada Apa?

Ilustrasi IHSG.
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik merosot setelah mencatat penguatan signifikan. IHSG melemah 0,03 persen atau 2,63 poin menjadi 8.271,72 pada penutupan perdagangan jelang akhir pekan, Jumat, 24 Oktober 2025. 

img_title Bareskrim Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Ada Investor Singapura hingga Korsel

Berdasarkan pantauan VIVA di Stockbit, IHSG sempat terbang menyentuh area 8.351 lalu turun perlahan ke level 8.271. Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 18,90 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,37 juta. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Koreksi juga terlihat dari sebagian besar sektoral dipimpin penurunan tajam sektor teknologi sebesar 2,43 persen. Kemudian sektor bahan baku (basic material) merosot 1,30 persen, sektor siklikal melemah 1,13 persen, sektor non-siklikal menyusut 1,11 persen, sektor infrastruktur turun 0,84 persen dan sektor energi jatuh 0,33 persen. 

img_title IHSG Naik ke 5.305, Akankah Penguatan Bursa Saham RI Berlanjut?

Sebaliknya, sektor properti melesat 3,09 persen dan sektor kesehatan melonjak 1,65 persen. Selanjutnya sektor industri naik 1,34 persen, sektor keuangan melonjak 0,87 persen dan sektor transportasi melambung 0,46 persen. 

IHSG

Photo :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

img_title Telkom Percepat Buyback Saham Rp4 Triliun, Ini Strategi di Balik Langkahnya

"Sepanjang perdagangan, indeks sempat melanjutkan penguatannya dan kembali mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.351," ulas Analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Jumat, 24 Oktober 2025.

Analis Phintraco Sekuritas menurukan, ekspektasi akan penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pekan depan menjadi faktor positif. Investor juga berharap akan terealisasi pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping sehingga dapat mencairkan ketegangan hubungan dagang antara kedua negara tersebut. 

Investor juga optimis dengan earning season pada kuartal III-2025 dan membaiknya perekonomian domestik pada kuartal IV-2025. Sehingga selama pekan ini, IHSG ditutup menguat 4,5 persen.

Secara teknikal, IHSG membentuk candlestick shooting star yang mengindikasikan adanya potensi koreksi. Sementara Stochastic RSI berpotensi membentuk Death Cross di pivot area. 

Phintraco Sekuritas juga melaporkan sederet saham yang tetap perkasa meski IHSG melemah tipis. Berikut tiga saham di jajaran puncak alias top gainers.

Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Saham UNVR mencetak penguatan 11,95 peren atau 270 poin dan ditutup pada level 2.530.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Saham AKRA melambung 8,52 persen atau 95 poin menjadi 1.210.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PT Astra International Tbk (ASII)

Hasil positif juga dicatatkan saham ASII sebesar 3,95 persen atau 250 poin dan parkir di area 6.575.

Gedung Bank Mandiri

Bank Mandiri Jual Saham Inhealth Senilai Rp570 Miliar ke IFG Life, Begini Penjelasan BMRI

Bank Mandiri (BMRI) menjual saham Inhealth yang dimiliki kepada IFG Life senilai Rp570 miliar. Transaksi ini menjadi bagian dari konsolidasi industri asuransi jiwa BUMN.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut