Shutdown AS Masih Berlangsung, Nasib Gaji PNS di Ujung Tanduk

VIVA Militer: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Sumber :
  • AFP/Mandel Ngan

Jakarta, VIVA – Penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat atau shutdown AS yang telah memasuki hari ke-23, kini membuat ribuan pegawai federal menghadapi kenyataan pahit. Mereka dikabarkan tidak akan menerima gaji penuh di akhir pekan ini.

img_title Trump Tawarkan Hadiah Rp18 Miliar bagi Warga AS yang Bongkar Kecurangan Pemilu

Hal ini lantaran upaya Senat untuk menyetujui rancangan undang-undang (RUU) pembayaran pegawai berakhir buntu pada Kamis waktu setempat. Baik Partai Republik maupun Demokrat, saling menjatuhkan kesalahan atas situasi ini, sementara tekanan publik semakin besar seiring banyaknya layanan publik yang mulai terganggu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Donald Trump pun disebut tidak banyak terlibat dalam perundingan dan justru melakukan kunjungan ke Asia dalam beberapa hari mendatang.

img_title Macron Kritik Pedas Trump dan Netanyahu soal Kerusuhan Prancis yang Dikaitkan dengan Imigran Islam

Melansir dari AP News, Senin, 27 Oktober 2025, Partai Republik menolak usulan Partai Demokrat yang bertujuan membayar seluruh pegawai federal. Sementara Partai Demokrat menggagalkan usulan Partai Republik yang hanya membayar pegawai yang tetap bekerja di masa shutdown.

RUU dari Partai Republik diajukan oleh Senator Ron Johnson dari Wisconsin. RUU tersebut akan membayar para “pekerja esensial” yang tetap diwajibkan bekerja selama shutdown maupun di masa mendatang. “Undang-undang ini akan mengakhiri hukuman terhadap pegawai federal akibat disfungsi politik kita selamanya,” ujar Johnson.

img_title Gianni Infantino Ditekan UEFA, Gaji hingga Hubungan dengan Donald Trump Jadi Masalah

Namun, Partai Demokrat menilai rancangan itu tidak adil dan berpotensi memberikan terlalu banyak kewenangan kepada para menteri kabinet dalam menentukan siapa yang mendapat bayaran. “RUU ini tidak lebih dari alat lain bagi Trump untuk menyakiti pegawai federal dan keluarga Amerika serta memperpanjang shutdown selama yang dia mau,” kata Pemimpin Mayoritas Demokrat di Senat, Chuck Schumer, menjelang pemungutan suara.

Partai Demokrat mendorong rancangan lain yang akan membayar sebagian besar pegawai federal yang terancam kehilangan penghasilan. “Tampaknya semua orang di ruangan ini sepakat bahwa kita harus membayar pegawai federal,” ujar Senator Gary Peters dari Michigan.

Layanan Publik Terancam Lumpuh

Ilustrasi Ekonomi Amerika Serikat

Photo :
  • Freepik

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegagalan Senat untuk mencapai kesepakatan membuat kondisi lapangan semakin genting. Dana untuk layanan esensial seperti transportasi, keamanan, dan bantuan sosial mulai menipis.

Menteri Perhubungan Sean Duffy mengatakan bahwa pesannya kepada para pengatur lalu lintas udara selama shutdown adalah, “datanglah bekerja, meskipun kalian tidak mendapat gaji.”

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut