Daftar Perusahaan Raksasa Lakukan PHK Massal di 2025, Ada Intel hingga Microsoft

Kantor pusat Intel Corp.
Sumber :
  • Instagram/@adrchen

Jakarta, VIVA – Pasar kerja global tengah menghadapi masa sulit. Ketidakpastian ekonomi membuat banyak perusahaan berhati-hati, bahkan menunda perekrutan baru. 

img_title Mendikdasmen Beri Kabar Baik! Guru Non ASN Tak Akan di-PHK Meski Tidak Lulus Tes CPNS

Sementara itu, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) tak terhindarkan, sehingga memicu kecemasan pekerja di berbagai sektor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para ahli menekankan bahwa PHK tidak selalu langsung disebabkan oleh teknologi, melainkan juga keputusan perusahaan untuk mengalokasikan investasi dan menekan biaya operasional. Melansir dari AP News, Rabu, 29 Oktober 2025, berikut ini daftar perusahaan besar yang baru-baru ini memangkas tenaga kerja secara signifikan. 

img_title 1.100 Buruh Sepatu di Lebak Kena PHK, Berharap Bisa Bekerja Lagi

Ilustrasi kantor Amazon

Photo :
  • Amazon

1. Amazon

img_title 63.789 Pekerja Kena PHK, DPR Desak Pemerintah Kawal Hak Mereka Dipenuhi Perusahaan

Memangkas sekitar 14.000 karyawan, setara empat persen dari total tenaga kerja. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan investasi di AI sekaligus mengurangi biaya di sektor lain. Karyawan yang terdampak diberi waktu 90 hari untuk mencari posisi baru secara internal.

2. UPS

Memotong 48.000 posisi, termasuk 34.000 tenaga operasional dan 14.000 manajemen, serta menutup operasi harian di 93 gedung. Jumlah ini setara sepuluh hingga dua belas persen tenaga kerja, dilakukan untuk efisiensi dan menyesuaikan diri dengan perubahan pasar.

3. Target

Menghapus sekitar 1.800 posisi korporat, sekitar delapan persen dari tenaga kerja korporat global, sebagai bagian dari program penyederhanaan struktur organisasi.

4. Nestlé

Merencanakan pengurangan 16.000 pekerjaan secara global, sekitar lima persen dari total karyawan, dalam dua tahun ke depan untuk meningkatkan kinerja finansial dan menutupi kenaikan biaya komoditas.

5. Lufthansa Group

Berencana memangkas 4.000 posisi hingga 2030, sekitar empat hingga lima persen tenaga kerja, terutama pada peran administrasi, seiring digitalisasi, konsolidasi antar maskapai, dan adopsi teknologi AI.

6. Novo Nordisk

Memangkas 9.000 posisi, sekitar sebelas persen dari tenaga kerja, sebagai bagian dari restrukturisasi untuk meningkatkan penjualan obat obesitas dan diabetes.

7. ConocoPhillips

Berencana mengurangi hingga 25 persen tenaga kerja, sekitar 2.600–3.250 karyawan dan kontraktor di seluruh dunia, sebagai bagian dari restrukturisasi global.

8. Intel

Mengurangi jumlah karyawan inti dari 99.500 menjadi 75.000, sekitar 25 persen, melalui PHK dan attrisi, sebagai bagian dari rencana pemulihan bisnis.

9. Microsoft

Memangkas 6.000 posisi pada Mei dan tambahan 9.000 pekerjaan, sekitar lima hingga enam persen tenaga kerja, di divisi Xbox dan lainnya, sambil menyederhanakan manajemen dan berinvestasi di AI.

10. Procter & Gamble

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Memotong hingga 7.000 pekerjaan, sekitar enam persen dari tenaga kerja global, sebagai bagian dari restrukturisasi di tengah tekanan tarif dan efisiensi biaya.

Gelombang PHK ini menunjukkan bahwa meski teknologi terus berkembang, banyak perusahaan tetap harus menyederhanakan struktur untuk bertahan. Daftar ini menjadi pengingat bahwa dunia kerja tengah menghadapi periode sulit, dan kesiapan menghadapi perubahan menjadi kunci bagi setiap profesional.

Kantor Microsoft.

Microsoft Tawarkan Program Pengunduran Diri Sukarela ke 60.000 Karyawan, Gara-gara Mau Diganti AI?

Microsoft menawarkan program pengunduran diri sukarela kepada 60.000 karyawan. Mantan pegawai menilai perusahaan perlu mengurangi pekerja dan memperluas penggunaan AI

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut