Resep Tahan Krisis ala SMBC Indonesia

Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Biaya kredit meningkat 45 persen yoy menjadi Rp4 triliun akibat kenaikan pembentukan cadangan di segmen Joint Finance, korporasi, dan komersial, serta pengakuan biaya kredit Grup OTO.

img_title Pemerintah Wajibkan Eksportir Parkir DHE Setahun, Begini Respons Dirut SMBC

"Kami akan terus menerapkan praktik manajemen risiko kredit yang cermat dan proaktif, serta menjaga tingkat cadangan yang memadai demi menjaga kualitas portofolio," ungkap Henoch. Beban operasional meningkat 12 persen yoy menjadi Rp7,5 triliun, mencerminkan ekspansi bisnis secara keseluruhan serta konsolidasi Grup OTO.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anak usaha SMBC Indonesia, PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah), mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp945 miliar pada Januari-September 2025, tumbuh 23 persen yoy, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp9,8 triliun.

img_title Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan, Oposisi Israel Wanti-wanti Perang Baru dengan Iran

Dengan demikian, SMBC Indonesia mencatat laba bersih konsolidasi setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,5 triliun, turun 26 persen yoy.

Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto sebesar 2,8 persen per September 2025, lebih tinggi dibanding 2,2 persen setahun sebelumnya, namun membaik dari 3,2 persen pada akhir Juni 2025.

img_title Kata-kata Shin Tae-yong usai Persija Dihajar Dewa United 1-2, Soroti Kesalahan Sendiri dan Jarak Poin

Posisi likuiditas dan pendanaan tetap kuat, tercermin di rasio cakupan likuiditas (liquidity coverage ratio/LCR) sebesar 277,8 persen, rasio pendanaan stabil bersih (net stable funding ratio/NSFR) sebesar 119,9 persen, serta rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 29,8 persen.

Kinerja pendanaan tetap kuat, dengan saldo Current Account and Savings Account (CASA) naik 33 persen yoy menjadi Rp50,6 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertumbuhan ini mendorong rasio CASA dari 33,6 persen pada September 2024 menjadi 42 persen pada September 2025.

Sementara itu, deposito berjangka menurun 7 persen yoy menjadi Rp69,7 triliun, namun total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 6 persen yoy menjadi Rp120,3 triliun, mencerminkan pengelolaan pendanaan yang seimbang dan tangguh.

Jenius by SMBC Indonesia

Pacu Inovasi Relevan bagi Masyarakat Digital Savvy RI, Begini Strategi Jenius by SMBC Indonesia

Melalui Endless Explorat10n, Jenius by SMBC Indonesia berkomitmen untuk terus mengeksplorasi, beradaptasi, dan menghadirkan inovasi bagi masyarakat digital savvy di RI.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut