BI Tegaskan Surplus Neraca Dagang September Topang Ketahanan Eksternal

Ekspor-Impor
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Jakarta, VIVA – Bank Indonesia menilai, surplus neraca perdagangan Indonesia pada September 2025 dapat menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut.

img_title ISEF 2026 Perkuat Ekonomi Syariah, BI Catat Transaksi Rp3,16 Triliun

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 4 November 2025, menyampaikan bahwa ke depan, BI terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lain guna memastikan surplus perdangan tersebut tetap berkinerja positif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Senin kemarin, neraca perdagangan Indonesia pada September 2025 mencatat surplus sebesar US$4,34 miliar, melanjutkan surplus pada Agustus 2025 sebesar US$5,49 miliar.

img_title Penjualan Eceran Naik, Makanan hingga Rokok Jadi Penopang Belanja Warga RI

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso

Photo :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Sinergi ini dilakukan guna meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Adapun surplus neraca perdagangan yang berlanjut pada September 2025 terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang tetap baik.

img_title Cadangan Devisa RI Turun US$200 Juta, BI Ungkap Penyebabnya

Neraca perdagangan nonmigas pada periode tersebut mencatat surplus sebesar US$5,99 miliar, seiring dengan tetap kuatnya ekspor nonmigas sebesar US$23,68 miliar.

Kinerja positif ekspor nonmigas tersebut terutama didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam seperti logam mulia dan perhiasan/permata maupun ekspor produk manufaktur seperti besi dan baja serta mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya.

Bank Indonesia

Photo :
  • Bank Indonesia

Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun defisit neraca perdagangan migas tercatat sedikit menurun menjadi sebesar 1,64 miliar dolar AS pada September 2025 sejalan dengan penurunan impor migas yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspor migas.

Papan elektronik pergerakan IHSG beberapa waktu lalu.

IHSG Sore Ini Ditutup Menguat 0,95 Persen ke 5.439

IHSG ditutup menguat 0,95 persen ke 5.439,26 pada sore ini, Jumat 23 Oktober 2026. Investor mencermati sentimen global, kredit perbankan, dan aturan baru BEI.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut