BI Tegaskan Surplus Neraca Dagang September Topang Ketahanan Eksternal

Ekspor-Impor
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Jakarta, VIVA – Bank Indonesia menilai, surplus neraca perdagangan Indonesia pada September 2025 dapat menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.632 saat Pasar Respons Positif Pelantikan Destry dan Perang Iran-AS Kembali Memanas

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 4 November 2025, menyampaikan bahwa ke depan, BI terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lain guna memastikan surplus perdangan tersebut tetap berkinerja positif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Senin kemarin, neraca perdagangan Indonesia pada September 2025 mencatat surplus sebesar US$4,34 miliar, melanjutkan surplus pada Agustus 2025 sebesar US$5,49 miliar.

img_title Kebijakan Moneter Tak Cukup Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI, Destry Ungkap Strategi BI Lainnya

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso

Photo :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Sinergi ini dilakukan guna meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Adapun surplus neraca perdagangan yang berlanjut pada September 2025 terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang tetap baik.

img_title Tak Merasa Istimewa Jadi Gubernur BI Perempuan Pertama, Destry Beri Contoh Sosok Kartini

Neraca perdagangan nonmigas pada periode tersebut mencatat surplus sebesar US$5,99 miliar, seiring dengan tetap kuatnya ekspor nonmigas sebesar US$23,68 miliar.

Kinerja positif ekspor nonmigas tersebut terutama didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam seperti logam mulia dan perhiasan/permata maupun ekspor produk manufaktur seperti besi dan baja serta mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya.

Bank Indonesia

Photo :
  • Bank Indonesia

Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun defisit neraca perdagangan migas tercatat sedikit menurun menjadi sebesar 1,64 miliar dolar AS pada September 2025 sejalan dengan penurunan impor migas yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspor migas.

Presiden AS Donald Trump.

Trump Ancam Bikin AS Defisit Perdagangan Jika The Fed Tak Pangkas Suku Bunga

Trump mengancam akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara lain, apabila bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), tidak menurunkan suku bunganya.

img_title
VIVA.co.id
5 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut