Sisa 3 Orang, Indofarma PHK Massal 413 Karyawan

Logo Indofarma
Sumber :
  • Indofarma.id

Jakarta, VIVA – Emiten farmasi anak usaha Bio Farma, PT Indofarma Tbk (INAF), dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 413 orang karyawan pada 15 September 2025, hingga hanya menyisakan 3 orang karyawan.

img_title Punya Pengalaman Kerja Puluhan Tahun? 7 Keahlian Ini Bisa Diubah Jadi Bisnis Menguntungkan!

Dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, pihak manajemen menjelaskan bahwa PHK massal ini dilakukan untuk melaksanakan efisiensi biaya operasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka mengatakan bahwa langkah penyesuaian jumlah tenaga kerja itu dilakukan dengan model bisnis terbatas, sehingga kegiatan operasional diharapkan dapat berlangsung lebih efisien.

img_title Kebutuhan Nasabah Terus Berubah, BTN Pastikan Terus Transformasi Bisnis

"Pada tanggal 15 September 2025 perseroan telah melaksanakan rightsizing terhadap karyawan dengan jumlah 413 orang," kata Manajemen INAF dalam keterangannya, dikutip Jumat, 7 November 2025.

Ilustrasi obat

Photo :
  • Pixabay/ Arek Socha

img_title BNI Tegaskan Peningkatan Pelayanan ke Nasabah hingga Tata Kelola Jadi Fondasi Transformasi Bisnis

"Sehingga praktis per tanggal 15 September 2025 jumlah karyawan adalah 3 orang," ujarnya.

Meski demikian, setelah PHK massal dilakukan pihak manajemen, mereka pun kembali membuka rekrutmen karyawan baru sebanyak 18 orang pada akhir September 2025.

Sehingga, saat ini total jumlah karyawan Indofarma seluruhnya tercatat menjadi 21 orang.

"Pada akhir September 2025 perseroan melakukan rekrutmen ulang karyawan sejumlah 18 orang, sehingga jumlah karyawan per 30 September menjadi 21 orang," kata pihak manajemen.

Pihak perseroan menjelaskan bahwa langkah penambahan karyawan akan disesuaikan dengan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM), untuk menjalankan model bisnis terbatas, sesuai Putusan Homologasi.

Diketahui, sebelumnya pada 15 September 2025 lalu, Indofarma telah mendapat pinjaman dari holding BUMN farmasi yakni PT Bio Farma, sebesar Rp 220 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pinjaman berupa utang itu dipakai untuk mendukung efisiensi biaya operasi perseroan, guna menata ulang beban usaha agar kegiatan operasional bisa berjalan dengan lebih proporsional.

"Dengan pelaksanaan program ini, perseroan diharapkan dapat menata beban usaha secara lebih proporsional sekaligus menjaga keberlangsungan usaha di masa mendatang," ujarnya.

Seleb TikTok Vilmei

Eks Karyawan Vilmei Akui Dapat Rp600 Juta, Uangnya Dipakai Bayar Kos hingga Beli Kosmetik

Mantan karyawan Vilmei, yakni Zahra Khairunnissa mengaku menerima dan menggunakan sekitar Rp600 juta dari dana milik Vilmei yang diduga dikuras olehnya.

img_title
VIVA.co.id
5 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut