Balasan dari China Cepat dan Brutal

Bendera China.
Sumber :
  • AI

Jakarta, VIVAChina telah mencabut kontrol ekspor chipset komputer yang vital bagi produksi mobil, kata kementerian perdagangan (kemendag) seperti dikutip dari situs BBC, Senin, 10 November 2025.

img_title China Pangkas Insentif Mobil Listrik

Pengecualian telah diberikan untuk ekspor yang dilakukan oleh Nexperia milik China untuk penggunaan sipil, menurut kemendag, yang seharusnya membantu produsen mobil yang khawatir produksi di Uni Eropa akan terdampak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada saat yang sama, China juga telah menghentikan sementara larangan ekspor sejumlah material penting dalam industri semikonduktor ke Amerika Serikat (AS) dan menangguhkan biaya pelabuhan untuk kapal-kapal negeri Paman Sam.

img_title Korban Tewas Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-China Jadi 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

Langkah tersebut menandai meredanya ketegangan perdagangan antara Beijing dan Washington setelah Presiden Xi Jinping dan mitranya dari AS Donald Trump sepakat pada bulan Oktober untuk mengurangi tarif satu sama lain dan menghentikan sementara tindakan lain selama setahun.

Pada Oktober 2025, pemerintah Belanda mengambil alih Nexperia, yang berkantor pusat di negeri Kicir Angin itu tetapi dimiliki oleh perusahaan China Wingtech, untuk mencoba melindungi pasokan semikonduktor Uni Eropa untuk mobil dan barang-barang lainnya.

img_title Sudah Enak Jualan Mobil di RI, Merek China Bakal Diminta Bangun Pabrik Sendiri

Sebagai tanggapan, China memblokir ekspor chip jadi perusahaan tersebut. Namun, awal bulan ini, Beijing menyatakan akan mulai melonggarkan larangan tersebut sebagai bagian dari kesepakatan dagang antara AS dan China.

Sementara Nexperia yang berpusat di Belanda, sekitar 70 persen chipnya yang dibuat di Uni Eropa dikirim ke China untuk diselesaikan dan diekspor kembali ke negara lain.

Ketika mengambil alih perusahaan tersebut, pemerintah Belanda mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena "kekurangan tata kelola yang serius" dan untuk mencegah chip perusahaan menjadi tidak tersedia dalam keadaan darurat.

Tetapi ketika China memblokir ekspor chipset dari Nexperia, muncul kekhawatiran bahwa hal itu dapat menimbulkan masalah rantai pasokan global.

Pada bulan lalu, Asosiasi Produsen Mobil Eropa (EMEA) telah memperingatkan pasokan chip Nexperia hanya akan bertahan beberapa minggu kecuali larangan China dicabut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nah, awal bulan ini, Direktur Jenderal EMEA Sigrid De Vries mengatakan kepada BBC bahwa "kelangkaan pasokan sudah di depan mata".

Volvo Cars dan Volkswagen telah memperingatkan bahwa kekurangan chip dapat menyebabkan penutupan sementara di pabrik mereka, dan Jaguar Land Rover juga mengatakan kekurangan chip menimbulkan ancaman bagi bisnisnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut