AI Tak Bisa Lagi Liar! Akan Diatur Lewat Perpres

Ilustrasi kecerdasan buatan (AI).
Sumber :
  • freepik.com/freepik

Jakarta, VIVA – Pemerintah sedang merampungkan penyusunan regulasi tentang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang dirancang untuk mewujudkan lingkungan yang mendukung inovasi beretika sekaligus melindungi hak-hak masyarakat.

img_title 15 Juta Pekerja Terancam Kehilangan Mata Pencaharian Gara-Gara AI, Ini Skenario Terburuk Goldman Sachs

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan bahwa Peta Jalan AI Nasional dan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Etika AI disiapkan sebagai pedoman bagi para pelaku industri AI agar mampu menyeimbangkan inovasi dengan proteksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Diharapkan dengan regulatory framework ini kita akan bisa menciptakan lingkungan yang aman dan beretika bagi inovasi AI di sektor telekomunikasi sekaligus melindungi hak-hak masyarakat," ungkap dia di Jakarta, Senin, 10 November 2025.

img_title Bill Gates Ingatkan AI Picu Pergolakan Terbesar dalam Sejarah Manusia

Nezar Patria juga menyampaikan bahwa regulasi tersebut akan mengharuskan platform AI menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keamanan serta menyesuaikan dengan nilai-nilai budaya di Indonesia.

Kebutuhan regulasi tentang pengembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan semakin mendesak seiring dengan peningkatan pesat penggunaan AI. Sebagai gambaran, platform ChatGPT dapat melipatgandakan jumlah penggunanya hanya dalam waktu kurang dari setahun.

img_title AI Generasi Berikutnya Mulai Berubah, Ada Perkembangan Teknologi yang Jarang Dibahas

Wamenkomdigi mengatakan bahwa fenomena ini juga menghadirkan banyak peluang, yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri telekomunikasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk bertahan dan berkembang di era AI, industri telekomunikasi harus melakukan transformasi fundamental, berubah menjadi AI TechCo yang berarti menjadikan AI sebagai kompetensi inti, bukan sekadar sebagai alat pendukung," paparnya.

Dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan AI, pemerintah menyiapkan talenta-talenta digital supaya bisa menjadi pengembang AI dan menghadirkan teknologi yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.​​​​​​​

Bill Gates.

Bill Gates Beri Peringatan soal AI, 20 Tahun ke Depan Bisa Mengubah Nasib Pekerja di Seluruh Dunia

Bill Gates memperingatkan AI dapat mengguncang dunia kerja selama 20 tahun sebelum menciptakan kelimpahan, dengan robot berpotensi mengambil alih banyak pekerjaan manusia

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut