Populasi Muda dan Digital Savvy, Indonesia Digadang Jadi 'Mesin Blockchain' Asia Tenggara

Wakil Presiden MEXC Foundation, Kristina Xu (tengah).
Sumber :
  • VIVA/Lazuardhi Utama

Jakarta, VIVA – Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa nilai transaksi aset kripto pada Oktober mencapai Rp49,28 triliun, naik 27,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp38,61 triliun.

img_title Masuki Fase Baru, Industri Kripto Dinilai Perlu Penguatan Ekosisitem

Namun, secara tahunan (YoY), pertumbuhan hanya mencapai 1,73 persen dibandingkan Oktober 2024 yang senilai Rp48,44 triliun. Secara kumulatif, nilai transaksi sepanjang Januari–Oktober 2025 tercatat Rp409,56 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Presiden MEXC Foundation, Kristina Xu, menilai Indonesia memiliki kombinasi yang langka, yaitu populasi muda, basis pengguna digital yang besar, serta regulasi yang semakin konstruktif.

img_title Blockchain Kini Tak Hanya untuk Kripto

“Indonesia bukan sekadar pasar pasif, tetapi negara yang membangun dan berinvestasi. Potensinya luar biasa untuk menjadi mesin pertumbuhan blockchain di Asia Tenggara,” ungkapnya.

Menurut Kristina, penguasaan teknologi blockchain bukan hanya berkaitan dengan investasi aset kripto, tetapi juga mencakup inovasi ekonomi yang lebih luas.

img_title RWA Dinilai Jadi Salah Satu Motor Pertumbuhan Baru Industri Kripto, Ini Penjelasannya

"Karena itu, inisiatif pendidikan dan pendampingan menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi," jelas dia.

Sementara itu, Pendiri dan Kepala Eksekutif Triv, Gabriel Rey, menyebut perusahaannya telah melayani lebih dari 3 juta pengguna sejak berdiri pada 2015.

Hal tersebut menjadikannya salah satu platform perdagangan aset digital terbesar di Indonesia. Menurutnya, jika melihat tren di seluruh dunia saat ini sebagian besar miliarder datang dari sektor ekonomi digital atau teknologi.

“Saya berharap agar kelak para penerima beasiswa berada di jalur yang tepat saat meniti karier, yakni jalur ekonomi digital,” tuturnya.

Triv menegaskan komitmennya terhadap dunia pendidikan di Indonesia dengan meluncurkan program beasiswa gratis bagi mahasiswa-mahasiswa berprestasi di Indonesia melalui Triv Foundation, yang menggandeng MEXC Foundation.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harapannya bisa mendongkrak kualitas talenta digital atau SDM generasi muda, sehingga Indonesia bisa menjadi negara dengan ekonomi digital paling maju di Asia Tenggara.

Program beasiswa Triv Foundation dan MEXC Foundation bakal diberikan mulai Januari 2026. Untuk tahap pertama, sedikitnya ada 50 mahasiswa yang ditargetkan menjadi penerima beasiswa.

Indodax.

Keseimbangan Regulasi dan Inovasi Berkelanjutan Bisa Dongkrak Perkembangan Aset Kripto

Industri kripto dinilai telah memasuki fase baru ketika semakin banyak institusi keuangan tradisional mulai terkoneksi dengan aset digital dan teknologi blockchain.

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut