Bitcoin atau Ethereum, Pilih Mana?

Mata uang kripto seperti Bitcoin atau Ethereum.
Sumber :
  • Mint

Jakarta, VIVA – Dalam keuangan tradisional, inflasi dianggap sebagai penurunan nilai uang dari waktu ke waktu.

img_title Indodax Catat Nilai Transaksi Aset Kripto Agustus 2026 Capai Rp 8,7 Triliun

Namun, di dunia aset kripto, konsep ini justru diatur lewat kode. Bitcoin dan Ethereum, dua aset digital terbesar di pasar, punya cara berbeda untuk melawan inflasi dan menjaga nilainya di masa depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti dikutip dari Indodax, Minggu, 16 November 2025, kedua sistem ini punya filosofi berbeda: Bitcoin menawarkan kepastian total, sedangkan Ethereum lebih adaptif terhadap perubahan. Dari perbedaan ini, mana yang lebih aman dari inflasi?

img_title Investor Kripto Diingatkan Tetap Perhatikan Dinamika Pasar Meski Bitcoin Kinclong Tmbus US$80.000

Bitcoin

Sejak diluncurkan 2009, Bitcoin memiliki aturan yang tidak berubah: setiap 210 ribu blok, hadiah untuk penambang dipotong setengah, proses ini disebut halving. Awalnya hadiah per blok sebesar 50 BTC, kini hanya 3,125 BTC, dan akan terus berkurang hingga akhirnya berhenti di 2140.

img_title Gandeng Bank INA, Indodax Permudah Member Akses Layanan Perbankan Digital

Artinya, tidak akan pernah ada lebih dari 21 juta Bitcoin yang beredar. Dengan tingkat pertumbuhan pasokan di bawah 1 persen per tahun, Bitcoin kini bahkan lebih langka dibandingkan emas yang bertambah sekitar 1,5 persen per tahun.

Kelebihan Bitcoin adalah prediktabilitas. Semua orang tahu berapa banyak koin yang akan ada di masa depan. Namun, sisi negatifnya, saat hadiah blok habis, pendapatan penambang hanya bergantung pada biaya transaksi. Ini memunculkan pertanyaan: apakah jaringan tetap aman tanpa inflasi tambahan?

Ethereum

Berbeda dari Bitcoin, Ethereum lebih seperti sistem ekonomi yang bisa berubah mengikuti kebutuhan. Sejak dirilis pada 2015, jaringan ini sudah mengalami beberapa pembaruan besar yang menurunkan tingkat inflasinya.

- Byzantium (2017): hadiah blok dikurangi dari 5 ETH menjadi 3 ETH.
- Constantinople (2019): turun lagi menjadi 2 ETH.
- London Upgrade (2021): memperkenalkan EIP-1559, sistem pembakaran biaya transaksi.
- The Merge (2022): beralih ke Proof-of-Stake, mengurangi penerbitan token hingga 90 persen.

Kini, ketika aktivitas jaringan tinggi, jumlah ETH yang dibakar bisa melebihi jumlah yang diterbitkan. Inilah yang membuat Ethereum kadang mengalami deflasi, pasokannya justru berkurang. Karena itu, ETH dijuluki “ultrasound money”, menandingi Bitcoin yang disebut “sound money.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dua Pendekatan, Satu Tujuan

Meski berbeda arah, baik Bitcoin maupun Ethereum sama-sama ingin melindungi nilai dari inflasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut