WhatsApp Kecolongan, 3,5 Miliar Penggunanya Terancam

WhatsApp.
Sumber :
  • WeLiveSecurity

Jakarta, VIVA – Aplikasi pesan instan WhatsApp memiliki basis 3,5 miliar pengguna di seluruh dunia. Hanya bermodalkan nomor HP, kita bisa langsung terhubung melalui WhatsApp.

img_title WhatsApp Hadirkan Fitur Baru untuk Pengguna Android!

Tapi, jangan salah. Kemudahan tersebut ternyata mendatangkan konsekuensi berbahaya. Hal tersebut diungkap tim peneliti dari Universitas Wina, Austria.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah maraknya modus penipuan dan pencurian data, WhatsApp menjadi salah satu incaran penjahat siber karena basis penggunanya yang masif.

img_title Satu Grup WhatsApp Bisa Menyimpan Ribuan File, Begini Cara Membersihkannya Tanpa Menghapus Seluruh Percakapan

Ternyata nomor HP WhatsApp juga mudah diamankan oleh para penjahat online. Mereka mengaku mampu mengekstraksi nomor HP 3,5 miliar pengguna WhatsApp, seperti dikutip dari GSM Arena, Rabu, 19 November 2025.

Bahkan, peneliti mengatakan mampu mengakses foto profil sebanyak 57 persen dari total 3,5 miliar pengguna WhatsApp. Selain itu, mereka juga bisa mengetahui teks pada profile 29 persen pengguna WhatsApp.

img_title WhatsApp Mulai Uji Fitur Pesan Terjadwal, Bisa Kirim Otomatis hingga Dua Minggu

Tak perlu trik canggih untuk mengantongi data pengguna WhatsApp. Peneliti hanya menambahkan miliaran nomor, sama seperti ketika pengguna biasa hendak menambahkan nomor teman untuk dijadikan kontak.

Selanjutnya, WhatsApp akan memberi tahu apakah nomor yang ditambahkan memiliki akun atau tidak.

Beberapa akun bahkan mengizinkan untuk memperlihatkan foto profil dan teks di profil secara langsung, tanpa harus mereka menambahkan kontak nomor tak dikenal.

Peneliti hanya melakukan praktik tersebut dalam skala besar, menggunakan antarmuka WhatsApp Web via browser. Mereka mampu mendeteksi sekitar 100 juta nomor HP per jam pada awal tahun ini.

Mekanisme mudahnya 'membobol' data WhatsApp ini telah diperingatkan kepada Meta pada 2017 oleh peneliti lain. Namun, WhatsApp tak juga memperketat sistem penambahan kontak pada platform-nya.

Untungnya, setelah para peneliti dari Universitas Wina, Austria, memberi tahu pihak WhatsApp pada April lalu, perusahaan mulai berbenah, seperti dilansir dari situs bugbounty.meta.com/blog/15th-anniversary-2025/.

Pada Oktober 2025, perusahaan mengimplementasikan 'pembatasan kecepatan' untuk mencegah penemuan kontak berskala masif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayang, hal ini baru diterapkan setelah bertahun-tahun, ketika berbagai jenis penjahat siber mampu mengeksploitasi sistem aplikasi kawakan tersebut.

Meta menekankan bahwa semua data yang bisa dikumpulkan orang lain ini adalah "informasi dasar yang tersedia untuk umum".

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut