Neraca Dagang RI Surplus US$2,39 Miliar Per Oktober 2025, BPS: 66 Bulan Beruntun

Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik, Senin, 2 Juni 2025
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Jakarta, VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini melaporkan, neraca perdagangan barang Indonesia periode Oktober 2025 mencatatkan surplus sebesar US$2,39 miliar.

img_title Pemprov Bocorkan Sejumlah Faktor Turunnya Angka Kemiskinan di DKI: Jakarta Berada di Bawah 4 Persen

Dia menambahkan, kinerja neraca perdagangan barang itu telah mencatat surplus selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pada Oktober 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar US$2,39 miliar. Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," kata Pudji dalam telekonferensi pers, Senin, 1 Desember 2025.

img_title Australia Jadi Pasar Kopi RI, Nilai Ekspor Rp10 Triliun Dibidik dalam 3 Tahun

Percepat Bongkar Muat Kontainer di Pelabuhan Tanjuk Perak

Photo :
  • Antara/Prasetia Fauzan

Pudji merinci, surplus tersebut ditopang oleh nilai ekspor di Oktober 2025 yang mencapai US$24,24 miliar atau turun 2,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau secara year-on-year (yoy), dengan impor pada periode yang sama yakni sebesar US$21,84 miliar atau turun 1,5 persen (yoy).

img_title Ekspor Jabar ke Pakistan Tembus USD 242 Juta, Kendaraan dan Serat Buatan Jadi Andalan

Dia memaparkan, surplus pada Oktober 2025 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas non-migas yaitu sebesar US$4,31 miliar, dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah lemak dan minyak hewani atau nabati (HS15), kemudian bahan bakar mineral atau HS27 serta besi dan baja atau HS72.

"Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit US$1,92 miliar, dengan komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah dan hasil minyak," ujar Pudji.

Selanjutnya, Pudji menyampaikan neraca perdagangan kumulatif, yaitu neraca perdagangan bulan Januari hingga Oktober 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dimana hingga Oktober 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar US$35,88 miliar, dan surplus sepanjang Januari hingga Oktober 2025 ini ditopang oleh surplus komoditas non-migas yang sebesar US$51,51 miliar.

"Sementara komoditas migas masih mengalami defisit 15,63 miliar," ujarnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Saleh Husin.

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, WKU Kadin: Langkah yang Sangat Tepat!

Kadin mengapresiasi opsi Bahlil Lahadalia menghentikan ekspor gas ke negara tetangga. Kebijakan ini dinilai dapat memprioritaskan pasokan bagi industri dalam negeri.

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut