Roblox Ditendang, Puluhan Warga Meradang

Roblox.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA – Roblox ditendang, puluhan warga meradang. Hal tersebut terjadi di Kota Tomsk, Siberia, Rusia.

img_title Ada Game Balap, Horor, RPG hingga Strategi di Roblox, Mana yang Paling Menarik untuk Dicoba?

Puluhan orang berdemonstrasi menentang larangan Moskow terhadap platform game anak-anak asal Amerika Serikat (AS) itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini merupakan demonstrasi penentangan publik yang jarang terjadi, seiring dengan meningkatnya kekesalan warga atas pemblokiran tersebut.

img_title Bareskrim Bongkar Situs Judi Online Berkedok Spam Komentar di Medsos, 6 Orang Jadi Tersangka

Di Rusia, sensor sangat luas pada masa perang. Moskow memblokir atau membatasi platform media sosial seperti Snapchat, Facebook, Instagram, WhatsApp, dan YouTube.

Sementara menyebarkan narasi mereka sendiri melalui jaringan media sosial dan media Rusia.

img_title 620 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Media Sosial Sepanjang 2026

Badan Pengawas Komunikasi Rusia, Roskomnadzor, mengatakan pada 3 Desember 2025 bahwa mereka telah memblokir Roblox karena dipenuhi dengan konten yang tidak pantas yang dapat berdampak negatif pada perkembangan spiritual dan moral anak-anak.

Di Tomsk, 2.900 km (1.800 mil) sebelah timur Moskow, puluhan orang menerjang salju untuk mengangkat plakat buatan tangan bertuliskan "Jangan sentuh Roblox" dan "Roblox adalah korban Tirai Besi digital" di Taman Vladimir Vysotsky.

"Larangan dan pemblokiran adalah satu-satunya yang bisa kalian lakukan," bunyi salah satu plakat, seperti dikutip dari situs Reuters, Senin, 15 Desember 2025.

Di Rusia, larangan terhadap Roblox telah memicu perdebatan tentang sensor, keselamatan anak dalam kaitannya dengan teknologi, dan bahkan efektivitas sensor di dunia digital di mana anak-anak dapat melewati banyak larangan hanya dengan beberapa klik.

Banyak warga Rusia yang dengan mudah menghindari larangan tersebut dengan menggunakan VPN (Virtual Private Network), meskipun beberapa warga Rusia muda mempertanyakan logika larangan tersebut jika dapat dengan mudah dihindari.

Sedangkan yang lain mempertanyakan mengapa hanya ada sedikit alternatif aplikasi buatan Rusia untuk aplikasi yang telah dilarang oleh negara.

Beberapa orangtua dan guru di Rusia menyatakan kekhawatiran mereka bahwa Roblox mengizinkan anak-anak mengakses konten seksual dan berkomunikasi dengan orang dewasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Roblox, yang berkantor pusat di San Mateo, California, AS, telah dilarang oleh beberapa negara termasuk Irak dan Turki karena kekhawatiran tentang predator yang memanfaatkan platform tersebut untuk melecehkan anak-anak.

Perusahaan tersebut tidak segera menanggapi permintaan komentar. Ketika larangan Rusia diberlakukan, Roblox mengatakan bahwa mereka memiliki "komitmen yang mendalam terhadap keselamatan" dan menyediakan "perlindungan bawaan yang ketat untuk membantu menjaga keamanan pengguna".

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut