Mengukur Kesiapan Industri Asuransi Menghadapi Dinamika Ekonomi 2026

Ilustrasi asuransi
Sumber :
  • Shutterstock

“Oleh karena itu, momentum pemulihan kepercayaan masyarakat pada Pemerintah yang meningkat mulai Oktober 2025 dimana menjadi momentum yang baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi”. 

img_title Dukung Penanganan dan Pencegahan Kanker, Inhealth Lakukan Ini

Penempatan dana SAL dan SILPA sebesar Rp200 triliun serta Rp76 triliun dinilai menurunkan cost of fund, berdampak pada penurunan bunga deposito dan kredit, serta mendorong investasi dan konsumsi. Sinyal positif ini juga tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan yang mencatat 21 kali rekor all time high.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aviliani menekankan bahwa arah pemulihan ekonomi harus dibarengi dengan pemerataan dan optimisme masyarakat. “Pertumbuhan ekonomi bukan hanya angka di atas kertas, perlunya pemerataan dan juga ekspektasi masyarakat bahwa hari esok akan lebih baik dari hari ini. Maka dengan roda ekonomi yang bergerak lebih cepat maka keputusan finansial masyarakat menjadi lebih optimis” ujarnya.

img_title PPM Manajemen Dorong SDM Asuransi Siap Hadapi Era AI

Sejalan dengan dinamika ekonomi tersebut, industri asuransi menunjukkan ketahanan menjelang 2026. Hingga September 2025, total aset industri asuransi mencapai Rp1.181,21 triliun atau tumbuh 3,39 persen secara tahunan. Otoritas Jasa Keuangan memperkuat fondasi industri melalui regulasi baru, termasuk peningkatan modal minimum, pemisahan unit usaha syariah, serta penguatan standar pelaporan risiko.

Dari perspektif industri, Direktur Kepatuhan Allianz Life Indonesia, Hasinah Jusuf, menyampaikan bahwa hingga September 2025 total pendapatan premi industri tercatat sebesar Rp132,85 triliun, meskipun sektor asuransi jiwa masih mengalami kontraksi 2,06 persen secara tahunan. 

img_title Kinerja Industri Pertambangan Berdampak ke Perekonomian Nasional, MIND ID Dorong Informasi Berbasis Data

Pada 2026, industri asuransi bersiap menghadapi berbagai kebijakan baru, mulai dari skema co-payment, pembentukan Dewan Penasihat Medis, penguatan underwriting berbasis risiko, hingga percepatan digitalisasi layanan.

Selain itu, kewajiban pemenuhan ekuitas minimum sesuai POJK 23/2023 serta rencana pemberlakuan Lembaga Penjaminan Polis pada 2028 dipandang sebagai langkah memperkuat perlindungan konsumen dan keberlanjutan industri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Allianz Life dan Allianz Syariah mencatat pendapatan premi total sebesar Rp15,2 triliun hingga kuartal III 2025 dan terus memperluas program literasi serta edukasi asuransi yang telah menjangkau lebih dari satu juta penerima manfaat.

“Ketahanan industri asuransi tidak hanya bergantung pada faktor ekonomi, tetapi juga pada persepsi masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah, industri, dan media sangat penting untuk membangun narasi positif mengenai peran asuransi bagi stabilitas finansial keluarga,” ujar Hasinah.

PSAK 117 mengubah penilaian kinerja industri asuransi. Perusahaan kini perlu memperhatikan profitabilitas

PSAK 117 Bikin Industri Asuransi Berubah, Premi Bukan Lagi Satu-satunya Tolok Ukur Kinerja

PSAK 117 mengubah cara industri asuransi untuk menilai kinerja, mengakui pendapatan premi, mengukur profitabilitas, dan mengelola risiko jangka panjang.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut