Bos BI Buka Peluang Penurunan Suku Bunga di 2026

Gubernur BI, Perry Warjiyo
Sumber :
  • [tangkapan layar]

Jakarta, VIVA – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya masih membuka peluang bagi penurunan suku bunga acuan alias BI Rate di tahun 2026 mendatang.

img_title Penjualan Eceran Naik, Makanan hingga Rokok Jadi Penopang Belanja Warga RI

"Dasar pertimbangannya adalah proyeksi inflasi yang tetap rendah dan terkendali dalam sasaran, dan perlunya bersama pemerintah dan berbagai pihak terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” kata Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode Desember 2025, Rabu, 17 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BI sebelumnya telah menurunkan suku bunga BI-Rate sebanyak enam kali dengan total 150 basis poin (bps) menjadi 4,75 persen. Penurunan itu dilakukan sebanyak satu kali pada 2024 dan lima kali pada 2025.

img_title Pengembangan Ekonomi Pesantren Sunan Drajat Makin Mandiri hingga Omzet Ratusan Miliar

Gubernur BI, Perry Warjiyo

Photo :
  • [tangkapan layar]

Untuk peluang penurunan suku bunga ke depan, BI akan terus mengevaluasi perkembangan tiap bulan melalui asesmen, baik dari sisi inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun stabilitas nilai tukar rupiah dan kondisi moneter lainnya.

img_title FEKDI x IFSE 2026 Jadi Ajang Sinergi BI dan Pemerintah Pacu Ekonomi Keuangan Digital RI

“Kami terus mencermati ruang penurunan suku bunga. Besarnya berapa, waktunya kapan, nanti akan kami evaluasi dari setiap RDG bulan ke bulan berikutnya,” ujar Perry.

Di sisi lain, BI juga akan mengencangkan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah mengingat ketidakpastian global yang masih tinggi. Upaya itu dilakukan melalui intervensi di pasar luar negeri non-delivery forward, baik pasar Asia, Eropa, maupun Amerika Serikat.

Intervensi juga akan dilakukan pada pasar valuta asing (valas) domestik, baik secara tunai, domestik non-delivery forward, maupun pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder.

“Kami akan meningkatkan pertumbuhan uang primer hingga arahnya mulai Desember dan sepanjang tahun ke depan adalah double digit. Itulah cara bagaimana kami turut mendorong pertumbuhan ekonomi agar ekspansi likuiditas yang kami sudah alirkan ke perbankan itu bisa mengalir ke sektor riil,” ujar Perry.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai catatan, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate tetap berada di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Desember 2025 yang berlangsung pada Selasa (16/12) dan Rabu ini.

Suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility masing-masing juga dipertahankan pada level 3,75 persen dan 5,5 persen.

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS, Inflasi AS Jadi Pemicu

Rupiah melemah 45 poin ke Rp17.948 per dolar AS pada hari ini, Kamis 15 Oktober 2026. Kenaikan inflasi AS memperkuat ekspektasi kebijakan hawkish The Fed.

img_title
VIVA.co.id
15 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut