Ringgit Terbang 12 Hari Berturut-turut, Rupiah dan Mata Uang ASEAN Ikut Terpengaruh

Ringgit Malaysia
Sumber :
  • The Star

Jakarta, VIVA – Memasuki pekan terakhir tahun 2025, pasar mata uang regional terlihat bergerak penuh dinamika. Banyak investor menatap pergerakan mata uang utama menjelang libur Tahun Baru, sementara para pelaku pasar berusaha menyesuaikan strategi mereka di tengah volatilitas global yang terus terasa. 

img_title Perkuat Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global, Destry Janji Optimalkan Seluruh Instrumen Moneter

Di tengah situasi ini, Ringgit Malaysia tampil menonjol dengan tren penguatan yang konsisten. Hal ini menarik perhatian analis dan pelaku pasar regional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kenaikan Ringgit bukan hanya memberikan sinyal positif bagi perekonomian Malaysia, tetapi juga berdampak pada pergerakan mata uang regional lain seperti Rupiah, Baht Thailand, dan Peso Filipina. Tren ini menjadi sorotan penting karena menunjukkan bagaimana investor menanggapi kondisi pasar menjelang libur panjang, sekaligus memberi gambaran tentang kepercayaan terhadap ekonomi domestik Malaysia di akhir 2025.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.844 di Tengah Ragam Upaya Pemerintah dan BI Tangani Pelemahan Nilai Tukar

Pada Senin pagi, 29 Desember 2025, Ringgit Malaysia dibuka lebih tinggi untuk sesi ke-12 berturut-turut, menunjukkan momentum penguatan yang kuat menjelang pekan perdagangan yang dipersingkat akibat liburan Tahun Baru. Pada pukul 08.00 waktu setempat, Ringgit diperdagangkan di level 4.0425/4.0565 terhadap Dolar AS, naik dibanding penutupan Jumat sebelumnya di 4.0470/4.0535.

Dr. Mohd Afzanizam Abdul Rashid, Kepala Ekonom Bank Muamalat Malaysia, menjelaskan bahwa pasar diperkirakan bergerak dalam kisaran sempit mengingat pekan ini akan lebih pendek karena perayaan Tahun Baru pada Kamis mendatang. 

img_title BI Umumkan Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya Tetap Sah sebagai Alat Pembayaran

"Oleh karena itu, kami memperkirakan US dollar-ringgit akan berada di kisaran RM4.04-RM4.05 hari ini," ujarnya, sebagaimana dikutip dari The Star, Senin, 29 Desember 2025.

Tidak hanya terhadap Dolar AS, Ringgit juga menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Terhadap Yen Jepang, Ringgit berada di 2.5855/2.5948 dari sebelumnya 2.5866/2.5909, sementara terhadap Euro menguat ke 4.7592/4.7757 dari 4.7629/4.7706. 

Terhadap Poundsterling Inggris, Ringgit cenderung stabil di 5.4570/4.4759 dibanding penutupan minggu lalu di 5.4570/4.4657.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pergerakan Ringgit juga memengaruhi mata uang regional ASEAN lainnya. Terhadap Dolar Singapura, Ringgit naik ke 3.1474/3.1588 dari 3.1497/3.1550, sedangkan terhadap Baht Thailand meningkat ke 12.9913/13.0451 dari sebelumnya 13.0212/13.0484. 

Rupiah Indonesia pun ikut terdorong, dengan Ringgit naik ke 241,3/242,4 dari 241,6/242,2, atau setara sekitar Rp4.024–Rp4.042 per Ringgit. Selain itu, Ringgit juga menguat terhadap Peso Filipina menjadi 6.88/6.91 dari 6.89/6.90.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut