Analis Ungkap 2 Faktor Pendorong IHSG Terbang ke Level Tertinggi Baru

Ilustrasi IHSG akan Reli pada perdagangan hari ini.
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Jakarta, VIVA - Pasar modal Tanah Air mengukir sejarah baru di awal tahun 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil terbang ke level tertinggi sepanjang masa (all high time/ATH) seiring solidnya stabilitas ekonomi nasional dan acuh konflik geopolitik global.

img_title Inflasi Medis RI 2026 Diproyeksi Capai 17,8 Persen, Premi Asuransi Kesehatan Didorong Harus Lebih Adil

IHSG terpantau berada di teritori positif sejak pembukaan sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

IHSG menguat 111,06 atau 1,27 persen ke posisi 8.859,19 pada penutupan perdagangan Senin, 5 Januari 2025. Dari jajaran 45 saham unggulan atau indeks LQ45 secara kumulatif mencatat kenaikan sebesar 7,77 poin atau 0,91 persen menjadi 859,77.

img_title IHSG Dibuka Menghijau Dibayangi Koreksi, Wall Street Menguat dan Bursa Asia Rebound

Saat IHSG kinclong, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi dan logistik naik sebesar 2,21 persen. Sektor barang baku dan sektor energi, masing-masing sebesar 2,08 persen dan 1,76 persen.

Ilustrasi grafik pergerakan IHSG

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.702 Dibayangi Inflasi Pangan dan Kembali Memanasnya Perang Iran-AS

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyotori lonjakan pesat IHSG sejalan denan penguatan bursa regional Asia. Nico juga melihat faktor pendorong kenaikan IHSG bersumber dari fundamental ekonomi dalam negeri.

Pada Senin, 5 Januari 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan sebesar US$2,66 miliar setara Rp 44,5 triliun (estimasi kurs Rp 16.740 per dolar AS) pada bulan November 2025. Inflasi membengkak menjadi 2,92 persen secara year on year (yoy) sementara pada bulan Desember tercatat naik 0,64 persen secara bulanan.

"Katalis positif (dari) rilis data ekonomi dalam negeri, dimana posisi neraca perdagangan Indonesia bulan November 2025 mencatatkan surplus dan inflasi terjaga,” tutur Nico dikutip dari Antara pada Senin, 5 Januari 2026. 

Nico menambahkan, laju inflasi Indonesia sepanjang 2025 diperkirakan tetap terjaga dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) pada level 1,5 persen sampai 3,5 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari sisi global, investor cenderung acuh terhadap ketegarangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela

Alih-alih menyoroti serangan AS terhadap Venezuela, para pelaku pasar justru menanti rilis survei swasta sedikit turun menjadi 52,0 pada Desember 2025 dari sebelumnya 52,1 pada November 2025. Meskipun demikian, investor menilai aktivitas bisnis di Tiongkok tetap ekspansif selama tujuh bulan berturut-turut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut