Efisiensi 2026, Meta Rencanakan PHK Massal Karyawan di Divisi Ini

Kepala Eksekutif Meta Mark Zuckerberg.
Sumber :
  • Deadline

Jakarta, VIVA – Meta kembali mengungkapkan rencana pemangkasan karyawan. Langkah ini muncul di tengah perubahan besar arah bisnis Meta, yang kini semakin agresif membangun kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

img_title AI Sekarang bisa Meretas dalam 31 Detik Tanpa Bantuan Manusia

Setelah bertahun-tahun menggelontorkan dana besar untuk metaverse, perusahaan tampaknya mulai menata ulang prioritasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir dari The New York Times, Selasa, 13 Januari 2026, Meta berencana memangkas sekitar 10 persen karyawan di divisi Reality Labs yang mengerjakan produk metaverse. Divisi ini memiliki sekitar 15.000 karyawan, sehingga ribuan orang berpotensi terdampak. 

img_title AI Search Jadi Titik Baru Perebutan Perhatian Konsumen Indonesia

Pemangkasan ini diperkirakan akan diumumkan secepatnya pada pekan ini dan akan secara tidak proporsional memengaruhi tim yang mengembangkan headset realitas virtual dan jejaring sosial berbasis VR. “(Pemangkasan ini) bisa lebih dari 10 persen divisi tersebut," kata salah satu sumber. 

Kepala Eksekutif Meta Mark Zuckerberg.

Photo :
  • NPR

img_title AI Ubah Cara Belajar Bahasa Inggris, dari Kelas ke Layar Ponsel

Andrew Bosworth, Chief Technology Officer Meta yang membawahi Reality Labs, telah menjadwalkan pertemuan dengan para karyawan pada Rabu, dan mendorong mereka untuk hadir secara langsung. Dalam memo internal, Bosworth menyebut pertemuan tersebut sebagai yang “paling penting” tahun ini, meskipun ia tidak menjelaskan lebih jauh maksud dari pernyataan tersebut.

Langkah pemangkasan ini diketahui berkaitan erat dengan arahan Mark Zuckerberg kepada para eksekutif Meta untuk memangkas anggaran 2026. Zuckerberg ingin mengalihkan lebih banyak sumber daya ke riset AI generasi berikutnya. 

Di tengah persaingan ketat dengan OpenAI dan Google, ia meningkatkan anggaran untuk TBD Lab, unit skunk works Meta yang bertujuan membangun superintelligence, sistem AI yang digambarkan sebagai kecerdasan tingkat dewa.

Selain itu, Meta juga berencana menginvestasikan puluhan miliar dolar AS untuk membangun pusat data yang mendukung pengembangan AI. Jika diasumsikan, US$10 miliar atau setara Rp167 triliun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan juga diketahui menawarkan paket gaji besar untuk menarik peneliti AI terbaik. Sebagian dana yang sebelumnya dialokasikan untuk produk realitas virtual akan dipindahkan ke divisi wearables, yang mengembangkan kacamata pintar dan perangkat komputasi berbentuk gelang. 

Pada Desember lalu, juru bicara Meta menyatakan perusahaan sedang mengalihkan sebagian investasi dari Metaverse ke kacamata AI dan tidak merencanakan perubahan yang lebih luas. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut