Dongkrak Ekonomi 2026, Purbaya Selaraskan Fiskal, Sektor Keuangan, dan Investasi

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyelaraskan tiga mesin pertumbuhan demi mengejar ekonomi yang berkelanjutan. Ketiga mesin pertumbuhan itu di antaranya yakni fiskal, sektor keuangan, dan investasi.

img_title Deretan Shio yang Diprediksi Temukan Pasangan Ideal, Keuangan Ikut Makin Mapan

Purbaya berharap, ketiganya dapat bergerak selaras dan saling memperkuat, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya pikir nanti kalau tiga sistem itu, sistem fiskal, moneter, dan investasi sudah jalan baik, kita bisa tumbuh lebih cepat,” kata Purbaya dalam keterangannya, Selasa, 13 Januari 2026.

img_title Pengembangan 100 GWp Tenaga Surya Diproyeksi Buka Peluang Investasi Hampir US$73 Miliar

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Di sektor fiskal, pemerintah berkomitmen mengoptimalkan belanja negara agar dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran, dan bebas dari kebocoran.

img_title Bos Danantara: Prabowo-Putin Bahas Investasi Pupuk hingga Perkapalan

Sementara di sektor keuangan, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan Bank Sentral agar kebijakan moneter sejalan dengan kebijakan fiskal.

Kemudian dari sisi investasi, pemerintah telah membentuk satuan tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah, untuk mengatasi debottlenecking investasi melalui mekanisme penyelesaian hambatan investasi secara rutin.

Setiap pekan, pemerintah menggelar sidang untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di Indonesia, sehingga iklim investasi dapat semakin kondusif.

Seluruh instrumen itu bakal dioptimalkan untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Dalam hal ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diarahkan bersifat ekspansif namun tetap terukur, dengan fokus pada delapan agenda prioritas.

Belanja negara ditujukan untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat, memperkuat fondasi jangka panjang, serta meningkatkan produktivitas nasional.

Sebagai catatan, pendapatan negara pada postur APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp 3.153,58 triliun, terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp 2.693,71 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 459,2 triliun, dan hibah Rp 666,27 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara belanja negara didesain dengan target Rp 3.842,73 triliun, yang mencakup belanja pemerintah pusat Rp 3.149,73 triliun dan transfer ke daerah (TKD) Rp 692,99 triliun.

Dengan demikian, proyeksi defisit APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp 689,15 triliun, atau 2,68 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Ilustrasi zodiak

5 Zodiak dengan Peruntungan Terbaik September 2026, Karier, Keuangan hingga Asmara

Bulan ini menjadi momentum bagi lima pemilik zodiak ini untuk membuka peluang baru, memperbaiki kehidupan pribadi, sekaligus lebih fokus pada tujuan yang ingin dicapai

img_title
VIVA.co.id
5 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut