Trump Menekan, Uni Eropa Melawan

Presiden AS Donald Trump (kanan) bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Sumber :
  • White House

Jakarta, VIVA – Uni Eropa (UE) sedang mempersiapkan balasan untuk Amerika Serikat (AS). Hal itu dilakukan Brussels sebagai respons terhadap ancaman tarif yang akan diterapkan Washington terkait Greenland.

img_title Trump Ancam Bikin AS Defisit Perdagangan Jika The Fed Tak Pangkas Suku Bunga

Menyusul pertemuan darurat para duta besar UE pada 18 Januari 2026, blok negara-negara Benua Biru 'menunjukkan persatuan yang kuat' dengan Denmark dan Greenland, tetapi memilih untuk tidak segera mengaktifkan Instrumen Anti-Koersi (ACI) – sebuah alat yang sangat ampuh sehingga dijuluki "bazooka perdagangan".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, UE siap untuk menghidupkan kembali paket tarif balasan senilai 93 miliar Euro (Rp1.819 triliun) yang ditangguhkan terhadap barang-barang AS jika Presiden Donald Trump memberlakukan bea masuk baru, seperti dikutip dari situs Russia Today, Senin, 19 Januari 2026.

img_title HUT ke-17, KAI Logistik Kasih Special Rate untuk Layanan Shipping Line

Konfrontasi semakin intensif pada 17 Januari pekan lalu, ketika Trump mengumumkan tarif 10 persen, yang mulai berlaku 1 Februari 2026, untuk impor dari delapan negara UE dan NATO – Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Inggris, dan Finlandia – karena menentang upayanya untuk mengakuisisi Greenland.

Donald Trump juga memperingatkan bahwa bea masuk akan naik menjadi 25 persen pada 1 Juni 2026 jika tidak ada kata sepakat. Potensi tindakan balasan Uni Eropa ada pada dua tingkatan.

img_title Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran? Begini Faktanya!

Akan tetapi, yang paling mendesak adalah paket pembalasan senilai RpRp1.819 triliun, yang disiapkan pada tahun lalu sebagai tanggapan terhadap kebijakan tarif Trump yang pertama.

Namun akirnya ditangguhkan setelah kesepakatan perdagangan sementara AS-UE tercapai musim panas lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang diplomat Uni Eropa mengatakan bahwa paket ini dapat "secara otomatis diberlakukan kembali pada 6 Februari 2026" jika tidak tercapai kesepakatan.

Sebagai informasi, ACI diadopsi pada 2023. Instrumen ini memungkinkan UE untuk menghukum pemaksaan ekonomi dengan tindakan seperti membatasi akses pasar, investasi, dan hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Instrumen ini dirancang dengan mempertimbangkan kekuatan ekonomi yang saling bertentangan.

Presiden AS Donald Trump

Trump Pede Jalur Pipa Minyak Suriah Bakal Gantikan Peran Krusial Selat Hormuz

Trump mengatakan, peran Selat Hormuz akan berkurang di masa depan, seiring beroperasinya jaringan pipa baru & jalur alternatif pengangkutan minyak lainnya di Timur Tengah

img_title
VIVA.co.id
6 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut