Waspada Indonesia! Fraud Digital makin Brutal

Aksi fraud atau penipuan.
Sumber :
  • Pixabay

Jakarta, VIVA – Lonjakan kasus penipuan atau fraud digital di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan Indonesia Anti-Scam Center Otoritas Jasa Keuangan (IASC OJK), kerugian akibat penipuan digital dari November 2024 hingga Desember 2025 mencapai Rp9 triliun, dengan 411.055 laporan.

img_title Tersangka Kasus Penipuan Rp 37 Miliar Erick Soedjasa Bantah Kabur ke Singapura, tapi Berobat

Hal tersebut juga diiringi dengan modus fraud digital yang semakin canggih. Mulai dari penyalahgunaan identitas, pemalusan biometrik, hingga manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI) atau deepfake.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Chief Operation Officer Privy, Nitin Mathur, menegaskan bahwa keamanan pengguna menjadi prioritas utama.

img_title Kronologi Aisar Khaled Dipolisikan atas Dugaan Penipuan dan TPPU

Terlebih, setiap upaya penipuan digital termasuk melalui pemalsuan identitas dan kegagalan verifikasi, dapat berdampak langsung pada kerugian finansial.

"Kami percaya bahwa verifikasi identitas merupakan touchpoint (titik interaksi) utama dalam melindungi pengguna," kata dia, Selasa, 20 Januari 2026.

img_title DPR Dorong Penegakan Hukum Kasus Dugaan Penipuan Kombes F Sesuai SOP Kepolisian

Di tengah tingginya kasus penipuan digital tersebut, Privy, penyedia layanan identitas digital dan tanda tangan elektronik di Indonesia, resmi meraih sertifikasi internasional iBeta Certification ISO/IEC 30107-3 Level 2 (Presentation Attack Detection) untuk fitur Liveness Detection demi memperkuat keamanan layanan pengguna.

Teknologi Liveness Detction Privy dikembangkan untuk memastikan bahwa proses verifikasi hanya dapat dilakukan oleh individu nyata (real presence), bukan hasil manipulasi foto, video, atau deepfake.

Nitin mengaku jika Privy telah membantu mencegah lebih dari 122 juta upaya fraud digital, dengan memblokir aktivitas mencurigakan sebelum menjadi penyalahgunaan yang menyebabkan kerugian.

Selain itu, Privy juga dilengkapi dengan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar, menjadikan perusahaan penyedia satu-satunya di Indonesia yang memberikan perlindungan finansial apabila terjadi kerugian akibat dokumen digital yang ditandatangani menggunakan Sertifikat Privy yang terbukti tidak asli.

"Dengan capaian iBeta Certification Level 2, sistem kami telah lolos pengujian yang lebih kompleks, mencakup variasi metode pemalsuan identitas atau spoofing, dengan durasi pengujian yang lebih panjang serta skenario serangan yang menyerupai kondisi di lapangan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sertifikasi internasional ini sebagai upaya untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi 71 juta pengguna individu terverifikasi di Privy.

Hingga saat ini, Privy telah dipercaya oleh lebih dari 167 ribu pengguna korporasi, serta telah memfasilitasi lebih dari 158 juta dokumen yang ditandatangani secara digital di berbagai sektor industri, termasuk UMKM.

Ilustrasi Gedung Bareskrim Polri

Dilaporkan Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp58,5 M, Kombes Fahrurozi Siapkan Laporan Balik

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi tambang emas yang menyeret anggota Polri, Kombes Pol Fahrurozi, memasuki babak baru. Dia bakal lapor balik.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut