Belajar dari Kasus Timothy Ronald, Begini Tips Trading Kripto yang Perlu Dipahami Pemula

Kalimasada dan Timothy Ronald.
Sumber :
  • Timothy Ronald.

Jakarta, VIVA – Kasus dugaan penipuan investasi kripto yang menyeret nama Timothy Ronald kembali menyita perhatian publik. Pendiri Akademi Crypto tersebut dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh beberapa pihak dengan klaim kerugian mulai dari Rp1 miliar hingga Rp3 miliar. 

img_title Pro dan Kontra Jadi Trader, Benarkah Bisa Cuan Miliaran Per Bulan? Ini Faktanya

Hingga kini, proses hukum masih berada pada tahap penyelidikan dan belum ada penetapan tersangka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perkara ini membuka kembali diskusi tentang tingginya risiko trading kripto, terutama bagi masyarakat yang tertarik setelah melihat narasi keuntungan besar dan gaya hidup mewah di media sosial. 

img_title Yudo Sadewa Sebut Trader Bisa Cuan Miliaran, Begini Cara Memulainya dari Nol

Banyak pihak masuk ke dunia kripto tanpa memahami perbedaan mendasar antara investasi jangka panjang dan trading jangka pendek yang bersifat spekulatif.

Di tengah sorotan terhadap kasus Timothy Ronald, pemahaman dasar tentang trading kripto menjadi penting agar trader tidak terjebak ekspektasi berlebihan. Trading kripto, menuntut disiplin, analisis, serta manajemen risiko yang ketat, bukan sekadar mengikuti sinyal atau janji imbal hasil tinggi.

img_title Mengenal Profesi Trader yang Disebut Yudo Sadewa, Benarkah Bisa Cuan Miliaran Rupiah per Bulan?

Melansir dari Corporate Finance Institute, Selasa, 20 Januari 2026, berikut tips trading kripto untuk pemula. 

Tips Trading Kripto untuk Pemula

Ilustrasi mata uang kripto.

Photo :
  • ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi

1. Pahami perbedaan trading dan investasi

Trading kripto berfokus pada pergerakan harga jangka pendek dan sering kali melibatkan banyak transaksi dalam waktu singkat. Berbeda dengan investasi yang bertujuan jangka panjang, trading memiliki tingkat spekulasi dan risiko yang lebih tinggi.

2. Gunakan platform trading yang jelas dan dipahami risikonya

Transaksi kripto dapat dilakukan melalui bursa terpusat, bursa terdesentralisasi, atau broker kripto. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan terkait keamanan, biaya, serta kemudahan penggunaan. Pemahaman terhadap mekanisme platform menjadi hal mendasar sebelum mulai bertransaksi.

3. Pilih dan kelola dompet kripto dengan benar

Trader perlu memahami perbedaan antara dompet panas yang terhubung internet dan dompet dingin yang disimpan secara offline. Dompet kripto berfungsi menyimpan kunci privat sebagai bukti kepemilikan aset digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Lakukan riset dan due diligence sebelum trading

Membeli aset hanya berdasarkan rekomendasi pihak lain atau rasa takut tertinggal, berisiko menimbulkan kerugian besar. Memahami tujuan, teknologi, serta latar belakang pengembang aset kripto membantu mengurangi risiko penipuan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut