Survei Ungkap Gen Z Paling Cemas Hadapi Pasar Kerja di Era AI

Ilustrasi gen z bekerja
Sumber :

Jakarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) semakin terasa di dunia kerja global. Mulai dari chatbot layanan pelanggan hingga sistem otomatisasi administrasi, teknologi ini kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian inti dari operasional banyak perusahaan. 

img_title Survei 2 Tahun Prabowo-Gibran: Seskab Teddy Paling Populer, Amran Sulaiman Jadi Menteri Terbaik

Di satu sisi, AI menjanjikan efisiensi dan produktivitas. Namun di sisi lain, muncul kecemasan besar di kalangan pekerja tentang masa depan karier mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekhawatiran tersebut semakin kuat di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), perlambatan konsumsi, serta ketidakpastian geopolitik, membuat banyak pekerja mempertanyakan keamanan pekerjaan mereka. 

img_title Siapa Pengguna AI Terbesar di Indonesia? Golongan Ini Tempati Posisi Teratas

Survei terbaru Randstad mengungkap bahwa mayoritas pekerja global sudah merasakan bayang-bayang AI di tempat kerja. Empat dari lima pekerja percaya bahwa kecerdasan buatan akan memengaruhi tugas harian mereka. 

Kekhawatiran ini paling tinggi dirasakan oleh pekerja muda, khususnya Generasi Z, seiring meningkatnya penggunaan chatbot dan otomatisasi oleh perusahaan. Laporan tahunan Workmonitor Randstad juga mencatat lonjakan signifikan dalam kebutuhan keterampilan baru. 

img_title Ledakan AI dan Cloud Computing Membawa Peluang Baru Bagi Data Center

Lowongan kerja yang membutuhkan keahlian “agen AI” melonjak hingga 1.587 persen. Data survei menunjukkan bahwa AI dan otomatisasi semakin banyak menggantikan pekerjaan dengan kompleksitas rendah dan bersifat transaksional.

Sebagai salah satu perusahaan rekrutmen terbesar di dunia, Randstad melakukan survei terhadap 27.000 pekerja dan 1.225 perusahaan. Studi ini juga menganalisis lebih dari 3 juta lowongan pekerjaan di 35 pasar global, sehingga memberikan gambaran luas tentang arah perubahan dunia kerja.

Temuan ini muncul di tengah tekanan besar pada pasar tenaga kerja global. Banyak perusahaan melakukan pemangkasan karyawan akibat melemahnya sentimen konsumen. Situasi ini diperparah oleh perang dagang dan kebijakan luar negeri agresif Amerika Serikat di bawah Donald Trump, yang mengguncang tatanan ekonomi global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan teknologi yang berfokus pada AI mulai menggantikan tenaga kerja dengan otomatisasi. Hal ini terjadi meskipun banyak perusahaan masih menunggu hasil nyata dari investasi besar-besaran di sektor AI, yang diperkirakan akan membentuk dunia bisnis selama bertahun-tahun ke depan.

Menariknya, survei Randstad menunjukkan bahwa sikap pekerja terhadap AI tidak sepenuhnya negatif. Banyak karyawan merasa antusias dengan potensi teknologi ini, namun tetap menyimpan kecurigaan terhadap motif perusahaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut