Danging Sapi Langka, Ribuan Pedagang Bakso Terancam Tutup

Ilustrasi Bakso
Sumber :
  • freepik.com/freepik

Jakarta, VIVA – Pedagang bakso di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terancam tidak bisa berjualan dalam waktu dekat. Hal tersebut sebagai buntut kelangkaan pasokan bahan baku daging akibat aksi mogok pedagang daging sapi sejak Kamis (22/1) hingga Sabtu (24/1) mendatang. 

img_title Harga Telur dan Daging Sapi hingga Minyak Goreng Makin Melonjak, Cek Daftar Komoditas Lainnya

Ketua Umum Paguyuban Pedagang Mi dan Bakso (Papmiso) Bambang Haryanto mengatakan, banyak pedagang yang datang ke pasar untuk menggiling daging namun pulang dengan tangan kosong. Dampak aksi mogok sudah terasa sejak hari pertama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Aksi mogok pedagang daging ini berdampak pada sulitnya pedagang bakso mencari daging segar. Saat ke pasar mereka akhirnya kembali lagi, tidak jadi menggiling. Artinya, kalau teman-teman sudah tidak memiliki stok bakso, pasti hari ini tidak berjualan," katanya di Cikarang, Jumat, 23 Januari 2026.

img_title Harga Beras dan Cabai hingga Minyak Goreng Masih Tinggi, Cek Daftar Komoditasnya

Ia mengatakan anggota Papmiso di Kabupaten Bekasi saja tidak kurang dari 2.000 pedagang. Jika seluruh pedagang tersebut berhenti beroperasi, potensi kerugian ekonomi dari perputaran bisnis tersebut diperkirakan mencapai Rp2 miliar per hari.

"Kalau secara nasional, dari total 20 ribu pedagang mi dan bakso, kerugian bisa mencapai Rp20 miliar per hari," katanya.

img_title Harga Daging Sapi Tembus Rp170 Ribu per Kilogram

Bambang mengaku khawatir jika aksi mogok berlangsung penuh selama tiga hari, dampak sosial dan ekonomi akan semakin parah. Para pedagang bakso kini terjepit antara kehilangan pemasukan atau tetap harus menanggung biaya operasional.

"Teman-teman yang seharusnya beroperasi akhirnya menanggung risiko. Beberapa karyawan yang dirumahkan tetap harus dikasih makan dan gaji. Ini kalau sampai tiga hari akan berdampak lebih parah lagi," ujar dia.

Ia turut mengingatkan bahwa pada Pilpres 2024, Presiden Prabowo Subianto berjanji akan membenahi tata kelola niaga daging sapi untuk menjaga stabilitas harga. Tujuannya agar pedagang bakso bisa memperoleh bahan baku dengan harga terjangkau sehingga kesejahteraan mereka meningkat. Ia berharap pemerintah lebih responsif dalam menangani persoalan harga daging sapi yang semakin melambung tinggi.

"Ini kan permainan klasik yang sudah sering kali terjadi, tata kelola niaga daging sapi dikendalikan oknum-oknum pedagang besar di Indonesia. Mudah-mudahan pemerintah segera merespons supaya persoalan harga daging sapi yang mahal cepat teratasi," ujar dia.

Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Kabupaten Bekasi Sadimin menyebut aksi mogok berjualan selama tiga hari itu merupakan keputusan pengurus pusat dengan harapan pemerintah menurunkan dan menstabilkan harga daging sapi.

"Untuk Jakarta dan Bekasi selama tiga hari tidak berjualan agar pemerintah mengetahui, bisa lebih mungkin pak, kalau tidak ada terobosan dari pemerintah," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan harga daging sapi hidup kini sangat tinggi yakni mencapai Rp55 ribu per kilogram. Kondisi itu memengaruhi harga jual di tingkat pedagang eceran yang mencapai lebih dari Rp150 ribu per kilogram, padahal harga normal berkisar Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.

"Kalau harga tinggi, daya beli masyarakat berkurang. Harga sapi hidup sudah Rp55 ribu, jadi dagangan harus di atas Rp140 ribu atau Rp150 ribu per kilogram. Kalau di bawah itu, berarti pedagang rugi," ujar dia. (Ant)

Pedagang daging ayam di pasar tradisional.

Harga Beras dan Telur hingga Daging Ayam Kompak Menurun, Cek Daftar Komoditas Lainnya

PIHPS Nasional BI melaporkan bahwa harga beras kualitas bawah I turun Rp 50 di Rp 14.850 per kg, dan harga beras kualitas bawah II turun Rp 150 di Rp 14.550 per kg.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut