BEI Siapkan Jurus Jitu Rayu MSCI

Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX)
Sumber :
  • vivanews/Andry Daud

Jakarta, VIVA — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus bergerak merespons keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait pembekuan pengaturan ulang (rebalancing) indeks saham Indonesia. Kini, BEI dalam tahap penyusunan metodologi penghitungan free float saham untuk dibahas lebih lanjut dengan MSCI.

img_title OJK Terbitkan Aturan Demutualisasi BEI, POJK 13/2026 Larang Pemegang Saham Kuasai Lebih dari 50%

Direktur Utama BEI, Iman Rachman mengatakan, pihaknya tengah memformulasikan pendekatan yang akan didiskusikan dengan MSCI. Iman berharap proses diskusi dapat berjalan sebelum Mei 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita tidak tahu requirement dia apa, dan ini yang kita bisa serahkan, dikasih dalam waktu satu bulan sejak kita ketemu. Jadi artinya, ketemu berikutnya tentu saja, kita sedang formulasikan apa yang bisa kita berikan,” kata Iman dikutip dari Antara pada Kamis, 29 Januari 2026.

img_title Disebut Bakal Pegang 40 Persen Saham BEI usai Demutualisasi, Danantara Buka Suara

Iman menjelaskan, rumusan sebelumnya yang telah disampaikan BEI sejatinya sudah memenuhi kebutuhan transparansi free float saham di Indonesia. Namun, pengumuman  yang dirilis pada Rabu, 28 Januari 2026, mengindikasikan adanya perbedaan pandangan dan MSCI dinilai belum sepenuhnya puas dengan formulasi yang diajukan BEI.

“Kita merasa bahwa apa yang kami sampaikan mungkin cukup, (tapi) mereka merasa nggak cukup. Nah ini yang terus terang, diskusi itu akan terus berlangsung,” ujar Iman.

img_title Morgan Stanley Borong Saham GOTO Rp87,3 Miliar, Kepemilikan Tembus 5 Persen

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman

Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Ia menegaskan, BEI sedang mengupayakan  waktu tambahan kepada MSCI  untuk melanjutkan pembahasan lebih mendalam. Diskusi tersebut diharapkan dapat menghasilkan titik temu terkait kebutuhan transparansi yang diminta oleh penyedia indeks global tersebut.

Sebagai informasi, jajaran pimpinan BEI telah bertemu langsung dengan manajemen MSCI di New York, Amerika Serikat, pada pekan lalu. Pertemuan itu membahas perubahan metodologi penghitungan free float saham-saham di Indonesia.

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut diskusi berjalan konstruktif. Salah satu poin yang dibahas adalah perbedaan kriteria free float di pasar modal Indonesia yang dinilai lebih ketat dibandingkan negara lain.

Di Indonesia, kepemilikan saham sebesar 5 persen tidak dihitung sebagai free float. Sementara di sejumlah bursa negara lain, kepemilikan hingga 10 persen masih masuk dalam kategori free float.

“Kita juga tetap ingin mendengar kira-kira ekspektasi dari MSCI apa? Nah, misalnya kemudahan untuk melihat data dan lain-lain, apa yang bisa kita provide tentu akan kita usahakan,” imbuh  Jeffrey.

Seperti diketahui, MSCI berencana menerapkan sejumlah perubahan dalam review indeks saham Indonesia pada Februari 2026. Perubahan tersebut mencakup pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta pembekuan perpindahan naik antar segmen indeks ukuran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

MSCI menyatakan langkah ini bertujuan untuk mengurangi perputaran indeks dan risiko kelayakan investasi, sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar untuk meningkatkan transparansi.

Apabila tidak terdapat perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia. Dengan memperhatikan potensi penurunan bobot saham Indonesia di Indeks Pasar Berkembang untuk semua sekuritas serta kemungkinan reklasifikasi dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Capital Market Run 2026

Gaungkan Investasi di Pasar Modal dan Kesehatan Diri, SRO Bursa Gelar Capital Market Run 2026

Para Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal yakni BEI, KPEI, KSEI, dan OJK, kembali menyelenggarakan kompetisi lari berskala nasional Capital Market Run 2026.

img_title
VIVA.co.id
23 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut