IHSG Sesi I Ambruk, Efek Pembekuan MSCI Masih Berlanjut

Ilustrasi papan saham IHSG.
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum beranjak dari zona merah usai dihantam penangguhan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). IHSG anjlok 492,09 poin atau 5,91 persen menjadi 7.828,47 pada akhir sesi pertama perdagangan Kamis, 29 Januari 2026. 

img_title Mulai 2 November, BEI Keluarkan Saham HSC dari Kriteria Seleksi IHSG

IHSG sempat terkoreksi hingga lebih dari 8 persen secara intraday kemudian mengalami technical rebound menjelang penutupan sesi pertama. Indeks terpantau bergerak pada rentang area 7.482 sampai 8.049.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nilai transaksi tercatat sebesar 35,58 triliun. Total perdagangan sebanyak 2,50 juta transaksi dengan volume transaksi mencapai Rp 40,50 miliar.

img_title Goldman Sachs Ungkap Syarat RI Terhindar dari Penurunan Status MSCI, Dana Rp100 Triliun Terancam

“Tekanan signifikan terhadap IHSG masih mencerminkan respons negatif pasar terhadap kebijakan interim MSCI terkait saham Indonesia, yang diperparah oleh aksi re-rating dari sejumlah institusi global,” ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya pada Kamis, 29 Januari 2026.

Ilustrasi IHSG.

Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin

img_title GIC dan Temasek Bantah Tekan MSCI untuk Turunkan Status Pasar Modal Indonesia

Dari sisi teknikal, Analis Phintraco Sekuritas melihat IHSG masih membentuk pola gap down secara intraday yang mencerminkan tekanan jual yang masih dominan sejak pembukaan. Meski demikian, terbentuknya lower shadow pada candle intraday mengindikasikan adanya technical rebound. 

Namun, rebound ini belum cukup kuat untuk mengubah tren jangka pendek. Sehingga pelaku pasar masih cenderung bersikap wait and see pada sesi kedua seiring sentimen negatif yang terus membayangi.

”IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 7.750–8.000 pada sesi kedua perdagangan hari ini” imbuh Analis Phintraco Sekuritas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seluruh sektor saham juga masih tertekan. Sektor energi merosot 8,04 persen, sektor bahan baku melemah 7,81 persen dan sektor properti menurun 7,52 persen.

Saham unggulan juga beluk beranjak dari pukulan pembekuan rebalancing oleh MSCI. Saham  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi satu-satunya yang mencatatkan kenaikan, yakni sebesar 0,28 persen atau 10 poin ke level 3.600.

[Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Pandu Sjahrir, dalam telekonferensi pers 'Forum Ekonomi dan Keuangan Digital 2025', Jumat, 4 Juli 2025]

MSCI Jadi Sorotan Pasar, Danantara Malah Mulai Serok Saham BUMN dalam Dua Hari Terakhir

Danantara mulai membeli saham di Bursa Efek Indonesia, terutama saham BUMN yang dinilai memiliki valuasi menarik dan prospek pertumbuhan menjanjikan.

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut