Samsung Electronics Laporkan Pendapatan Loncat 3 Kali Lipat, Chip Memori dan Server AI Kinclong!
- VIVA.co.id/Misrohatun Hasanah
Jakarta, VIVA – Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung Electronics, melaporkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan pada kuartal IV-2025. Perusahaan mencatat laba operasional melonjak lebih dari tiga kali lipat secara tahunan.
Kinerja impresif ditopang kenaikan harga chip memori serta permintaan kuat server kecerdasan buatan (AI) saat pasokan memori global ketat. Pencapaian keuangan ini melampaui ekspektasi analis dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Dikutip dari CNBC Internasional, Samsung membukukan pendapatan 93,8 triliun won Korea setara US$65,58 miliar atau sekitar Rp 1.098,4 triliun (estimasi kurs Rp 16.750 per dolar AS). Jumlah ini menunjukkan lonjakan sebesar 24 persen secara year on year (yoy).Â
Laba operasional melesat lebih dari 200 persen dibandingkan tahun sebelummya. Keuntungan tercatat mencapai 20,1 triliun won sekaligus melebihi estimasi pasar 20,018 triliun won dan melampaui rekor sebelumnya sebesar 17,6 triliun won yang tercatat pada kuartal III-2018.
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi
- freepik.com/freepik
Manajemen perusahaan menyampaikan, bisnis memori menjadi motor utama pertumbuhan. Perusahaan mencatat pendapatan dan laba operasional kuartalan tertinggi sepanjang masa dari segmen ini, didorong lonjakan harga pasar, penjualan high-bandwidth memory (HBM), serta produk bernilai tambah tinggi lainnya.
HBM merupakan jenis chip memori yang digunakan pada pusat data AI. Dalam setahun terakhir, Samsung semakin memfokuskan bisnisnya pada teknologi tersebut melalui Divisi Device Solutions (DS), seiring melonjaknya permintaan dari produsen chipset AI seperti Nvidia.
Permintaan HBM yang melampaui pasokan membuat produsen memori memprioritaskan kapasitas untuk segmen AI. Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga chip untuk komputer pribadi dan perangkat seluler, yang menguntungkan pemain besar seperti Samsung dan rivalnya, SK Hynix.
“Melihat ke kuartal I-2026, Divisi DS memperkirakan permintaan AI dan server akan terus meningkat, sehingga membuka peluang pertumbuhan struktural yang lebih besar. kami akan tetap fokus pada profitabilitas dengan menitikberatkan pada produk berperforma tinggi," tulis Samsung dalam keterangan resminya.Â
Meski kinerja chip moncer, Samsung melihat tantangan pada bisnis ponsel pintar (smarthphone). Divisi Mobile Experience and Networks, yang menangani smartphone, tablet, dan perangkat wearable, mencatat laba operasional turun 9,5 persen secara yoy menjadi 1,9 triliun won, melemah 9,5 persen dan anjlok lebih dari 45 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.