Perak Cetak Rekor Tertinggi, Analis Ramal Harga Bisa Tembus US$150

Ilustrasi Perak
Sumber :
  • Forbes

Jakarta, VIVA – Reli logam mulia semakin menggila dari hari ke hari. Sejalan dengan emas kembali mencetak rekor menembus level US$5.550, harga perak dunia juga melesat ke rekor tertinggi sepanjang sejarah (all high time/ATH) di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

img_title Hasil Final Para Judo Asian Para Games 2026: Junaedi Sumbang Medali Perak untuk Indonesia

Harga perak spot menguat 0,6 persen ke level US$117,30 atau Rp 1,97 juta (estimasi kurs Rp 16.800 per dolar AS) per ons pada sesi perdagangan Kamis, 29 Januari 2026. Lonjakan ini terjadi setelah perak mencetak rekor tertingginya menyentuh US$119,34 atau Rp 2 juta per ons. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harga Perak

Photo :
  • Facebook Money Metals Exchange

img_title Harga Emas Antam Hari Ini Tak Bergerak, Cek Rincian Harga dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Dikutip TechStock, kenaikan agresif ini menegaskan pergeseran besar minat investor ke aset lindung nilai (safe haven). Pandangan ini seiring memudarnya kepercayaan terhadap aset lindung nilai konvensional seperti obligasi.

Sementara itu, harga emas dunia melesat mendekati level US$5.600 per ons. Emas spot tercatat naik 2,6 persen ke posisi US$5.538,69 per ons setelah sempat menyentuh rekor intraday di US$5.591,61 per ons.

img_title Emas vs Perak, Mana yang Layak Dibeli di 2026? Simak Perbandingannya

Analis Citi bahkan menaikkan proyeksi jangka pendek harga perak menjadi US$150 per ons dari sebelumnya US$100. Di satu sisi, para analis global mengingatkan pergerakan perak cenderung ekstrem dan rawan koreksi tajam setelah reli vertikal.

Ketegangan politik global menjadi pendorong utama logam berpesta di akhir bulan Januari 2026. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana mengenakan tarif baru terhadap impor Korea Selatan bersamaan pasar menghadapi tenggat pendanaan pemerintah AS pada 30 Januari yang berisiko memicu penutupan sebagian pemerintahan.

“Tatanan global sedang bergeser dan kepercayaan telah hilang. Memulihkannya akan membutuhkan waktu,” ujar analis senior Swissquote, Ipek Ozkardeskaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi geopolitik semakin panas setelah Trump mendesak Iran mencapai kesepakatan nuklir, sementara Teheran memperingatkan akan membalas Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya. Di sisi lain, Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga di kisaran 3,5 persen hingga 3,7 persen dengan inflasi masih berada di atas target 2 persen.

Sebagian analis menilai reli emas dan perak bukan semata reaksi panik. Lompatan justru cerminan perubahan struktural cara investor menyimpan aset. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut