Pasokan Pangan Lokal Bakal Perkuat Program MBG agar Terukur dan Tepat Sasaran

Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, VIVA – Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin mengatakan, integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan potensi pangan lokal dan inisiatif strategis pemerintah seperti, Peternakan Ayam Merah Putih dari Kementerian Pertanian, merupakan langkah krusial untuk menjamin keberlanjutan fiskal MBG.

img_title Lagi Asyik Nyabu di Dapur MBG, Dua Karyawan SPPG Sumenep Dibekuk Polisi

Selain itu, Dia menilai bahwa integrasi ini sekaligus mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan mengandalkan rantai pasok dari peternakan rakyat dan komoditas pangan lokal, program ini tidak hanya memastikan pemenuhan standar gizi nasional, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal secara inklusif dan bertahap melalui sinergi kebijakan yang lebih efisien.

img_title Hanura Nilai Program MBG dan Kopdes Merah Putih Berpihak pada Rakyat Kecil

"Menurut saya MBG ini suatu ide yang revolusioner, meski dalam tataran implementasi masih perlu evaluasi," kata Wijayanto dalam keterangannya, Jumat, 30 Januari 2026.

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terdiri dari nasi, ayam dan sayur

Photo :
  • Ist

img_title Presiden Prabowo Akui Banyak Kekurangan Program MBG, 353 Orang Dipecat dan Minta Pelanggar Dibersihkan

Selain itu, Wijayanto juga melihat MBG mampu mendorong ekonomi nasional. Namun menurutnya, perlu kajian lebih lanjut untuk mengetahui potensi dampak maksimal dari program MBG ini kedepannya. 

Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang lebih mudah diakses, segar, dan harganya relatif stabil, hal itu akan menjamin keberlanjutan jalannya program ini.

"Apabila implementasi di tingkat lokal mampu dilakukan secara masif, terukur, dan tertarget, tingkat kesuksesan program untuk mencapai hasil yang diinginkan bisa lebih terpenuhi," ujarnya.

Sementara dari sisi pemenuhan nutrisinya, Analis Kebjiakan Ahli Muda Kementerian Kesehatan, dr. Agus Triwinarto, melihat potensi pemanfaatan pangan lokal untuk pemenuhan pasokan harian MBG akan menjamin keberlangsungan program.

“Dengan peningkatan keragaman pangan lokal, dan penjaminan keamanan pangan dan makanan higienis, MBG yang diberikan memang akan sesuai dengan kecukupan gizi,” kata Agus.

Kombinasi antara implementasi pengawasan keamanan pangan, higienitas, keragaman pangan lokal yang bernutrisi, juga ketepatan sasaran program diyakini akan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Desain program MBG yang telah menyasar 55,1 juta penerima manfaat setiap hari memang merupakan upaya intervensi pemerintah untuk memenuhi gizi masyarakat. 

"Guna mewujudkan generasi emas Indonesia 2045, sekaligus menurunkan prevalensi stunting, sasaran diperluas dari yang awalnya siswa sekolah, ke ibu hamil, menyusui, dan bayi di bawah dua tahun," ujarnya.

Ilustrasi Film

Ada Langkah Penting agar Karya Lokal Makin Mendunia

Karya lokal Indonesia berpeluang mendunia melalui kreativitas, teknologi digital, dan strategi promosi yang tepat. Simak langkah penting agar karya anak bangsa dikenal.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut