Studi: 100 Persen Perusahaan di Indonesia Siap Terapkan AI

Ilustrasi kecerdasan buatan (AI).
Sumber :
  • freepik.com/freepik

Jakarta, VIVA - Hampir seluruh perusahaan yang berencana membangun Security Operation Centre (SOC) menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai komponen krusial.

img_title Microsoft Tawarkan Program Pengunduran Diri Sukarela ke 60.000 Karyawan, Gara-gara Mau Diganti AI?

Namun, di balik ekspektasi tinggi tersebut, banyak organisasi masih menghadapi tantangan besar dalam mengimplementasikan dan mengoperasionalkan AI secara efektif, mulai dari keterbatasan data pelatihan, kekurangan talenta AI, hingga biaya integrasi dan ancaman baru berbasis AI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Studi global Kaspersky yang melibatkan responden dari Asia Pasifik (APAC) mengungkap bahwa 99 persen organisasi di kawasan ini berencana mengadopsi AI di SOC, dengan Indonesia mencatat angka 100 persen.

img_title Gara-gara AI, 25.000 PNS Terancam Kehilangan Pekerjaan!

Dari jumlah tersebut, 67 persen menyatakan kemungkinan besar akan mengimplementasikannya, sementara 32 persen memastikan adopsi AI secara penuh.

Temuan ini mencerminkan keyakinan kuat bahwa AI mampu meningkatkan deteksi ancaman, mempercepat investigasi, dan mengoptimalkan efisiensi operasional SOC—sejalan dengan tren global.

img_title Pemilu Israel Memanas, Netanyahu Dituding Pakai AI untuk Gambarkan Antrean Pemilih Arab

Dalam praktiknya, perusahaan di Asia Pasifik berharap AI dapat dimanfaatkan untuk analisis otomatis guna mendeteksi anomali dan aktivitas mencurigakan (60 persen), serta mengotomatiskan respons insiden melalui skenario yang telah ditentukan (55 persen).

Motivasi utama adopsi AI di SOC meliputi peningkatan efektivitas deteksi ancaman (55 persen), otomatisasi tugas rutin (47 persen), serta peningkatan akurasi sekaligus penurunan false positive (45 persen).

“Organisasi di Asia Pasifik mengadopsi AI secara pragmatis, dengan fokus pada dampak operasional langsung seperti peningkatan deteksi ancaman dan percepatan respons insiden. Pendekatan ini bertujuan mengurangi kelelahan akibat alert berlebih dan membebaskan tim keamanan dari tugas berulang,” ujar Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, Adrian Hia, Kamis, 5 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, kesenjangan antara rencana dan eksekusi masih signifikan. Tantangan utama yang dihadapi organisasi di Asia Pasifik meliputi kurangnya data pelatihan berkualitas tinggi (44 persen), keterbatasan tenaga ahli AI internal (37 persen), munculnya ancaman dan kerentanan baru terkait AI (34 persen), kompleksitas integrasi dan pengelolaan solusi AI (34 persen), serta biaya pengembangan dan pemeliharaan yang tinggi (33 persen).

"Faktor-faktor ini menjadi penghambat utama transformasi AI di SOC dan menegaskan perlunya strategi implementasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan," jelas Adrian.

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Trump Larang Penggunaan Istilah AI, Diganti Jadi Super Intelligence

Trump akan melarang penggunaan istilah "kecerdasan artifisial" (AI) dalam waktu dekat usai ia menyatakan lebih memilih istilah "kecerdasan super" (super intelligence)

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut