5 Bank Besar RI Kena 'Sentil' Moody's, Begini Respons Menko Airlangga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • [tangkapan layar]

Jakarta, VIVA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto meminta perbankan memberi penjelasan kepada lembaga pemeringkat Moody’s soal outlook yang negatif.

img_title Dijadikan Agunan Kredit Jumbo ke Bank Mandiri, Saham Haji Isam JARR-PGUN Malah Ambrol

Menurutnya, semua lembaga pemeringkat perlu menerima penjelasan mengenai apa saja yang menjadi perhatian mereka. Pihak perbankan, dalam hal ini, perlu memberi jawaban yang memadai kepada Moody’s.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tentu kalau (terkait) korporat kan masing-masing yang harus merespons. Kalau dari sisi nasional, tetap Indonesia di dalam investment grade bagi Moody’s," ujar Airlangga Hartarto, Sabtu, 7 Februari 2026.

img_title Alasan Bank Mandiri Berani Kucurkan Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Risiko Agunan Saham JARR-PGUN Disorot

Pernyataan tersebut merespons Moody's yang mengubah outlook untuk lima bank asal Indonesia, yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN dari stabil menjadi negatif.

"Moody’s Ratings mengubah outlook untuk lima bank Indonesia menjadi negatif menyusul perubahan outlook di tingkat sovereign," tulis Moody's dalam laporannya yang diakses di Jakarta, Sabtu.

img_title Bank Mandiri Akui Beri Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam untuk Modal Tambang Batu Bara, Rp17 Triliun Sudah Cair

Sebelumnya, Moody's mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade, dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif.

Dalam laporannya, Moody's menyampaikan pentingnya menjaga prediktabilitas pengambilan kebijakan, komunikasi publik, dan kualitas koordinasi antarkementerian/lembaga di tengah perubahan kebijakan dan tata kelola pengelolaan perekonomian yang sedang berjalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Moody's juga menyoroti pentingnya memperkuat basis penerimaan negara untuk mendukung belanja-belanja prioritas dan menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Merespons hal tersebut, Airlangga juga meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk menjelaskan kepastian arah fiskal Indonesia ke lembaga pemeringkat Moody's.

Gedung Bank Mandiri

Bank Mandiri Jual Saham Inhealth Senilai Rp570 Miliar ke IFG Life, Begini Penjelasan BMRI

Bank Mandiri (BMRI) menjual saham Inhealth yang dimiliki kepada IFG Life senilai Rp570 miliar. Transaksi ini menjadi bagian dari konsolidasi industri asuransi jiwa BUMN.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut