OJK Pede Pasar Modal RI Bakal Makin Kuat dan Kompetitif, Begini Strateginya

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Jakarta, VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae memastikan, pihaknya bakal terus mendorong pembentukan pasar modal yang kuat dan kompetitif, melalui penerapan praktik terbaik berstandar internasional.

img_title OJK Jatuhkan Sanksi Rp1,5 Triliun, 74 Persen Emiten di Bursa RI Catat Laba

Hal itu dilakukan OJK demi memperbaiki kinerja pasar modal di Tanah Air, yang kerap dijadikan acuan oleh sebagian pihak untuk mengukur kondisi ekonomi riil sebenarnya dari suatu negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena kata orang, untuk mengukur kinerja ekonomi riil, bisa dilihat dari pasar modalnya," kata Dian dalam acara 'Economic Outlook 2026' di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Februari 2026.

img_title OJK Pertanyakan Ancaman MSCI, Apa yang Membuat Bursa RI Terancam Turun Kelas?

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae.

Photo :
  • VIVA/Anisa Aulia

Dengan implementasi praktik terbaik berstandar internasional yang bakal terus dipacu, Dian mengaku optimis bahwa penerapan yang tepat dan konsisten akan turut mengembalikan kondisi pasar modal Indonesia ke arah yang semakin baik.

img_title Dorong Ekosistem Fintech RI Makin Aman dan Terpercaya, Peran Influencer Keuangan Perlu Diperkuat

"Jadi meskipun situasi down, tapi dengan praktik yang tepat, maka nantinya bisa bounce back dengan konsistensi. Jadi ke depannya, pasar modal tentunya juga akan ada perkembangan," ujarnya.

Dian memastikan, penerapan praktik terbaik berstandar internasional itulah yang akan dijadikan acuan dalam upaya OJK dan regulator lainnya, untuk mereformasi dan memperbaiki kondisi pasar modal Indonesia.

Hal itu misalnya akan dilakukan melalui teori regulasi dan supervisi apapun yang bakal dilakukan, sehingga akan turut berdampak pada aspek competitiveness secara keseluruhan maupun dinamika.

Dia menegaskan, cara serupa juga dilakukannya sebagai pengawas sektor perbankan, yang juga harus memenuhi standar dan kaidah secara internasional. Hal itu tak lain adalah untuk memastikan bahwa secara keseluruhan, praktik yang diterapkan di perbankan Indonesia telah mengikuti aturan-aturan internasional yang berlaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Misalnya saya pengawas perbankan, kita punya standar internasional sehingga kita tidak bisa menyimpang dalam sektor perbankan. Karena secara overall, kita tidak bisa bertentangan dengan aturan internasional," kata Dian.

"Karena nantinya kita akan dinilai, apakah perbankan kita memiliki standar yang kuat, misalnya dalam hal prudential banking. Dan ini contoh bahwa ketika kita menerapkan international best practice, kita itu aman," ujarnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.

Bos OJK Curhat ke Prabowo soal Ancaman MSCI, Akui Penegakan Hukum Pasar Modal Belum Keras

Bos OJK Friderica langsung melaporkan ancaman MSCI kepada Presiden Prabowo, ia juga mengakui catatan penegakan hukum, serta memaparkan sanksi Rp1,5 triliun.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut