Strategi Hati-hati SMBC Indonesia Berbuah Manis

SMBC Indonesia.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, VIVA — PT Bank SMBC Indonesia Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan mengedepankan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian di seluruh segmen, dari ultramikro hingga korporasi.

img_title OJK Catat Total Penyaluran Kredit Bank per Agustus 2026 Tumbuh 13,65%, Capai Rp9.178 Triliun

Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar menyatakan, capaian tersebut mencerminkan strategi perusahaan yang fokus pada fundamental bisnis dan tata kelola yang baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Per 31 Desember 2025, total aset konsolidasi mencapai Rp245,9 triliun, tumbuh 2 persen secara tahunan (yoy). Penyaluran kredit meningkat 3,3 persen yoy menjadi Rp185,4 triliun, didorong pertumbuhan segmen korporasi dan komersial sebesar 6,5 persen yoy serta kredit Jenius di luar Digital Micro yang naik 11,3 persen yoy.

img_title Bank Aladin Syariah Bukukan Laba Bersih Rp38,3 Miliar hingga Kuartal II-2026

Dari sisi pendanaan, dana murah (CASA) tumbuh 16,7 persen yoy menjadi Rp53,2 triliun dengan rasio CASA naik ke 40,6 persen. Total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 8 persen yoy menjadi Rp131 triliun. Struktur pendanaan yang lebih efisien menopang ekspansi kredit sepanjang tahun.

Likuiditas dan permodalan tetap kuat. Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat 229,4 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 123 persen, jauh di atas ketentuan minimum. Rasio kecukupan modal (CAR) konsolidasi berada di level 29,3 persen, melampaui rata-rata industri 25,9 persen, memberikan ruang ekspansi lebih lanjut.

img_title Ketika Bank Berpindah ke Genggaman, Pengalaman Jadi Kunci

Kualitas aset menunjukkan perbaikan, dengan rasio kredit bermasalah (gross NPL) turun menjadi 2,6 persen dari 2,8 persen pada September 2025. Pendapatan operasional konsolidasi tumbuh 5,8 persen yoy menjadi Rp18,4 triliun.

Pendapatan bunga bersih naik 4,6 persen yoy dengan margin bunga bersih (NIM) terjaga di level 7,0 persen di tengah kompetisi suku bunga dan kenaikan biaya dana. Bank memperkuat pencadangan kerugian penurunan nilai (CKPN), terutama di Grup OTO, sebagai langkah antisipatif menghadapi dinamika ekonomi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laba bersih konsolidasi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp506 miliar pada 2025. Secara entitas bank, laba bersih setelah pajak mencapai Rp1,5 triliun. Sementara itu, BTPN Syariah membukukan laba bersih Rp1.201 miliar, tumbuh 13,2 persen yoy, dengan pembiayaan Rp10,3 triliun atau naik 2 persen yoy.

"Di luar kinerja keuangan, program Daya telah menjangkau hampir 37 juta partisipan melalui lebih dari 12 ribu kegiatan pemberdayaan hingga akhir tahun lalu," kata Henoch, Selasa, 3 Maret 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meninjau pembangunan Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung

Bentuk Dana Cadangan, Pramono Pastikan DKI Tetap Pegang Kendali Bank Jakarta Meski IPO

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan pembentukan Dana Cadangan Daerah guna memperkuat kapasitas fiskal dan menjamin ketersediaan anggaran pembangunan.

img_title
VIVA.co.id
11 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut