Perang Iran-AS Makin Sengit, Pertamina Relokasi Pekerja di Irak dan UEA

Pertamina (PIEP)
Sumber :
  • [Istimewa]

Jakarta, VIVA – PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) telah merelokasi 11 perwira yang bekerja di Basra, Irak, dan 8 orang yang berada di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

img_title Pertamina Dorong Pentingnya Kolaborasi Energi ASEAN di ASCOPE ke-51

Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE), Awang Lazuardi mengatakan, kondisi geopolitik yang dinamis tentunya berpengaruh bagi operasi PHE di Irak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Alhamdulillah karena koordinasi yang sangat baik dari PIEP, PHE, Pertamina dan dukungan Kementerian Luar Negeri serta KBRI di sejumlah negara, teman-teman bisa pulang dengan selamat,” kata Awang dalam keterangannya, Jumat, 13 Maret 2026.

img_title Misteri Kematian Perwira TNI Letda Jihad Ahmad di Gudang Senjata Jateng, Kopassus Ungkap Fakta Mengejutkan

Pertamina

Photo :
  • Istimewa

Dia mengatakan bahwa proses evakuasi dari Basra, Irak ke Jakarta membutuhkan waktu setidaknya 14 hari. Waktu yang panjang dibutuhkan karena adanya penutupan sejumlah bandara internasional, seperti di Kuwait City, Dubai dan Doha.

img_title Perpres 107/2026 Terbit, Pertamina Siap Jalankan Mandat Pemerintah untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha menegaskan, keselamatan Perwira merupakan prioritas perusahaan. PIEP menjalankan seluruh prosedur Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta Business Continuity Plan (BCP) secara disiplin dan terkoordinasi dengan Pertamina Holding, Subholding Upstream dan otoritas terkait.

“Kami juga terus memonitor situasi secara real-time guna memastikan perlindungan optimal bagi seluruh personel,” kata Syamsu.

Dia menegaskan untuk melakukan asesmen contingency plan rute evakuasi, sehingga bila ada penutupan air space akan memudahkan proses evakuasi ke depan. Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi (PIREP) pun bergerak cepat dengan mengaktifkan Emergency Response Team (ERT) segera setelah menerima informasi terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Selain melakukan pemantauan intensif, PIREP secara paralel juga memperkuat komunikasi dan koordinasi strategis dengan KBRI Baghdad, KBRI Kuwait City, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna memonitor perkembangan situasi dan mengantisipasi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perwira PIREP menempuh perjalanan darat dari Basra, Irak menuju perbatasan di Safwan dan masuk ke negara Kuwait, dilanjutkan menuju Dammam, Arab Saudi.

Setelahnya seluruh personel menempuh perjalanan udara dari Dammam menuju Jeddah dan dilanjutkan ke Indonesia. Sebagian personel tiba di Jakarta tanggal 10 Maret 2026, sedangkan sisanya baru tiba 11 Maret 2026.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut