Jadi Faktor Krusial, BGN Tegaskan Pentingnya Pengawalan dan Evaluasi Program MBG

Suasana dapur MBG di Brebes saat akan menyiapkan untuk disalurkan ke sekolah
Sumber :
  • tvOne

Jakarta, VIVA – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus berjalan dan dievaluasi. Di lapangan, pengawasan ketat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi agenda utama.

img_title Buntut Temuan BPK, BGN Kembalikan Rp160 M ke Kas Negara: dari 79 SPPG

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN), Albertus Dony Dewantoro mengatakan, langkah pengawasan ini dinilai sangat krusial, agar seluruh proses penyediaan makanan mulai dari dapur hingga ke meja makan anak-anak dan penerima manfaatnya, berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di Pulau Jawa sendiri, BGN telah menghentikan sementera operasional 1.512 SPPG, sebagai bentuk memperketat evaluasi pelaksanaan program," kata Dony dalam keterangannya, Jumat, 13 Maret 2026. 

img_title Dua Tahun Prabowo-Gibran: Isu MBG, Kopdes, dan Danantara Mendominasi Percakapan Publik, Begini Sentimennya

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terdiri dari nasi, ayam dan sayur

Photo :
  • Ist

Dia mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penataan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar seluruh fasilitas operasional memenuhi standar kesehatan, sanitasi, serta tata kelola yang telah ditetapkan.

img_title Kajian DEN Ungkap Siswa Penerima MBG Lebih Jarang Absen Dibandingkan Nonpenerima

Berdasarkan data evaluasi, jumlah 1.512 SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya tersebar di beberapa provinsi di wilayah II.

Yakni DKI Jakarta sebanyak 50 unit; Banten 62 unit; Jawa Barat (Jabar) 350 unit; Jawa Tengah (Jateng) 54 unit; Jawa Timur (Jatim) 788 unit; dan DI Yogyakarta 208 unit,” ujarnya.

Dony menyampaikan, BGN akan melakukan pendampingan serta verifikasi terhadap unit-unit yang terdampak agar dapat segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

“Operasional SPPG yang dihentikan sementara akan dibuka kembali secara bertahap setelah seluruh persyaratan operasional dan standar yang ditetapkan telah dipenuhi," kata Dony.

Tantangan operasional program MBG harus terus dibenahi untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat kepada program ini. Pasalnya, arti program MBG di mata publik kian tereduksi dan citranya semakin buruk. Hal tersebut teramati oleh Risang Rimbatmaja, Peneliti dan praktisi komunikasi perubahan perilaku dari Yayasan Cipta (NGO yang banyak bergerak di bidang kesehatan dan lingkungan).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Risang memberikan pandangan menarik terkait bagaimana respons masyarakat bisa berbeda dengan pengelola program, sekaligus memberikan masukan sesuai keahliannya untuk perbaikan tata kelola dan komunikasi publik.

"Logika pengelola program, dalam hal ini Badan Gizi Nasional (BGN), dan logika masyarakat itu berbeda. Secara statistik, insiden yang terjadi pada program MBG mungkin sangat kecil, hanya 0,00 sekian persen dari total porsi yang didistribusikan. Namun, bagi masyarakat, satu atau dua insiden saja sudah menjadi situasi yang menghebohkan," ujarnya.

Ilustrasi dapur MBG atau SPPG

Pakar Beberkan Alasan Program MBG dan Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi

Pengamat nilai MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi masyarakat

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut