Harga Daging Sapi Melonjak Jelang Lebaran, Tembus Rp180 Ribu per Kg
- VIVAnews/Fernando Randy
Jakarta, VIVA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, harga kebutuhan pokok di berbagai daerah mulai mengalami kenaikan, termasuk komoditas daging sapi yang menjadi salah satu bahan utama konsumsi masyarakat saat Lebaran. Lonjakan permintaan yang terjadi secara musiman setiap tahun mendorong harga daging naik signifikan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Di Kota Palembang, Sumatera Selatan, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional dilaporkan melonjak tajam hingga mencapai Rp180.000 per kilogram dari sebelumnya Rp140.000. Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas belanja masyarakat yang bersiap menyambut hari raya.
"Pada H-2 Idul Fitri tahun ini harga daging sapi mencapai Rp180.000/Kg," kata Tika, seorang pedagang daging sapi potong di Pasar 7 Ulu Palembang, Kamis, 19 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut berlangsung secara bertahap sejak H-7 Lebaran, seiring dengan meningkatnya jumlah pembeli di pasar tradisional.
"Pada Rabu, 18 Maret 2026, harga daging sapi masih di angka Rp170.000/Kg. Per hari ini harganya naik lagi mencapai Rp180.000/Kg," katanya.
Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Induk Jakabaring. Gani, pedagang daging sapi potong di pasar tersebut, mengatakan bahwa permintaan masyarakat terus meningkat menjelang Lebaran, meskipun harga sudah mengalami kenaikan.
Namun demikian, harga di Pasar Induk Jakabaring relatif sedikit lebih rendah dibandingkan pasar tradisional lainnya di Palembang, yakni berkisar antara Rp170.000 hingga Rp175.000 per kilogram.
Menurut Gani, kenaikan harga ini dipengaruhi oleh tingginya harga dari agen atau tempat pemotongan hewan yang menyesuaikan dengan lonjakan daya beli masyarakat.
"Meskipun harga naik, namun diiringi dengan daya beli masyarakat meningkatkan drastis. Pagi ini saja daging sapi potong yang terjual sudah mencapai sekitar 40-50 kilogram," ujarnya.
Sementara itu, di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, harga daging sapi dan kerbau juga mengalami lonjakan signifikan, terutama dalam tradisi meugang yang menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat menjelang Lebaran.
Harga daging segar di wilayah tersebut kini tembus Rp170.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal yang berkisar antara Rp120.000 hingga Rp140.000 per kilogram.