Harga Emas Dunia Rebound! Bangkit dari Level Terendah dalam Sebulan

Ilustrasi Emas.
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VIVA – Harga emas dunia bangkit setelah menyetuh level terendah selama lebih dari satu bulan. Kenaikan harga ditopang penurunan nilai tukar dolar AS serta memudarnya optimisme pasar bahwa Federal Reserve AS (The Fed) akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

img_title Kilas Balik Rupiah Melemah Sepanjang Oktober 2026, Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Harga emas di pasar spot tercatat naik 0,8 persen menjadi US$4.856,82 atau sekitar Rp 82,2 juta (estimasi kurs Rp 16.930 per dolar AS) per ons pada penutupan perdagangan Kamis, 19 Februari 2026. Pada sesi perdagangan di hari sebelumnya, harga logam mulia berwarna kuning ini anjlok 3,7 persen. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Analis KCM Trade, Tim Waterer, menjelaskan pelemahan dolar AS menjadi faktor utama mendorong pemulihan harga emas. Dengan  dolar AS melemah maka membuat emas dianggap menjadi lebih aset yang murah bagi investor global.

img_title Harga Emas Terancam Terus Melemah? Kemendag Ungkap Biang Keroknya

“Momentum dolar sedang tertahan hari ini, sehingga memberi ruang bagi emas untuk mulai pulih, meski masih terbatas,” ujar Waterer dikutip dari CNBC Internasional, Jumat, 20 Maret 2026. 

Ilustrasi dolar AS

Photo :
  • vstory

img_title Harga Emas Antam Turun Rp13.000, Jumat 30 Oktober 2026, Cek Daftar Terbarunya

Selain emas, harga logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan signifikan. Perak naik 1,5 persen menjadi US$76,52 per ons, platinum menguat 0,6 persen ke US$2.035,25, dan paladium bertambah 1,2 persen ke level US$1.492,25 per ons.

Meski sempat menguat, harga emas masih mencatat tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Sejak serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari, harga emas telah turun lebih dari 9 persen, tertekan oleh penguatan dolar yang kini menjadi aset safe haven utama.

Waterer meminta pelaku pasar waspada terhadap kenaikan harga emas masih dibayangi oleh ekspektasi kebijakan suku bunga AS di tengah konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Menurutnya, ketegangan geopolitik yang menyebabkan harga minyak meledak berpotensi menekan harga emas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Momentum dolar AS telah melambat hari ini, yang secara efektif memungkinkan emas untuk mulai pulih, meskipun dengan kecepatan yang moderat," lanjut Waterer.

Harga minyak global sempat terbang di atas level  US$110 per barel setelah Iran menyerang sejumlah fasilitas energi di Timur Tengah, menyusul serangan terhadap ladang gas South Pars. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut