Begini Strategi Pemerintah Hadapi Arus Balik Lebaran Supaya Lancar
- Antara.
Menhub menegaskan hasil evaluasi arus mudik menjadi dasar dalam menyempurnakan strategi arus balik, mengingat potensi pergerakan masyarakat masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
“Setiap catatan selama arus mudik harus segera kita perbaiki. Jangan menunggu masalah membesar. Kuncinya ada pada kecepatan respons dan ketepatan pengambilan keputusan di lapangan,” ujar Menhub.
Berdasarkan hasil evaluasi, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026. Secara umum penyelenggaraan berjalan cukup baik, namun masih terdapat sejumlah catatan penting, salah satunya terkait penerapan mekanisme tiba–bongkar–berangkat (TBB) yang baru optimal di 3–4 dermaga.
Ke depan, Menhub meminta agar mekanisme TBB dapat diberlakukan lebih cepat dan diperluas hingga 5–6 dermaga untuk meningkatkan kapasitas layanan serta menekan potensi antrean.
Arus Balik Natal Padat, Contraflow Diperpanjang hingga Karawang Barat
- Agung Prasetio/tvOne/Karawang
“Penerapan TBB harus lebih responsif terhadap dinamika di lapangan. Jika terjadi lonjakan, harus bisa segera diberlakukan secara optimal,” kata Menhub Dudy.
Menhub turut menyoroti pentingnya pengendalian arus kendaraan (flow) di dalam kawasan pelabuhan agar antrean tidak meluas hingga keluar area pelabuhan.
Pengaturan di kawasan penyangga turut menjadi sorotan, seperti di kawasan Indah Kiat yang memerlukan rekayasa operasional berupa penambahan atau pelebaran akses bongkar muat guna menghindari perpotongan arus kendaraan.
Sementara itu, aktivitas pembelian tiket juga menjadi evaluasi, dengan perlunya perluasan radius zona pembelian tiket lebih dari 4 km untuk meminimalisir penumpukan di titik-titik krusial menuju pelabuhan.
Menhub menegaskan pentingnya penerapan sistem tiket Ferizy dengan prinsip satu NIK untuk satu tiket untuk mencegah praktik percaloan dan meningkatkan ketertiban layanan.
"Tidak boleh ada ruang untuk praktik percaloan. Sistem harus menjamin keadilan, ketertiban, dan kemudahan bagi masyarakat,” tegasnya.
Menhub menekankan keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran. Kelancaran itu penting, tetapi keselamatan adalah yang utama.
"Kita pastikan seluruh layanan berjalan selamat, aman, dan tertib sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan balik dengan nyaman,” kata Menhub. (Ant)