BTN Catat Telah Cetak 863 Pengembang Baru, Begini Caranya
- Dokumentasi BTN.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung, Prof. Donald Crestofel Lantu, mengatakan bahwa program yang telah 10 tahun berjalan tersebut dirancang sebagai pembelajaran yang aplikatif dan transformatif. Seluruh peserta, tambahnya, telah melalui proses pembelajaran intensif selama 63 jam tatap muka yang dirancang berdasarkan kurikulum terstruktur hasil kolaborasi antara HFC BTN dan SBM ITB. Kurikulum tersebut mengedepankan empat pilar utama dalam bisnis properti, yakni Business Model & Market, Finance & Risk, Project & Operation, serta Regulation & Law.
“Melalui metode case study dan pembelajaran langsung dari praktisi, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga jejaring dan mentor. Harapannya, mereka menjadi pelaku industri yang mampu membawa perubahan nyata yang tidak hanya membangun rumah, tapi membangun kehidupan," tutur Donald.
Adapun, dalam acara yang sama juga digelar Seminar "Property Outlook 2026: Turning Market Insights into Business Opportunities" yang memberikan gambaran lengkap terkait potensi bisnis properti di Indonesia. Turut hadir menjadi narasumber dalam acara tersebut yakni Senior Research Advisor Knight & Frank Indonesia Syarifah Syaukat, Analis Senior Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi & Fiskal, Kementerian Keuangan Kristiyanto, dan  CEO Pesona Kahuripan Group Angga Budi Kusuma.