Serbia Merapat ke Rusia, Ogah Manut Uni Eropa

Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sumber :
  • (Foto AP/Dmitri Lovetsky)

Jakarta, VIVA - Presiden Rusia Vladimir Putin setuju memperpanjang kontrak pasokan gas alam dengan Serbia di tengah memburuknya krisis energi global akibat perang di Timur Tengah.

img_title China dan Rusia Kompak Ucapkan Selamat atas Kemenangan Lula da Silva di Pilpres Brasil

"Saya sudah bicara dengan Presiden Rusia. Kami sudah sepakat," ungkap Presiden Serbia Aleksandar Vucic, seperti dikutip dari situs Russia Today, Selasa, 31 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran telah menyebabkan harga gas alam dan minyak Bumi global meroket karena pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur maritim penting, telah berkurang.

img_title Iran Tegaskan Selat Hormuz dalam Kendalinya, Kapal Asing Terancam Rusak jika Langgar Aturan

Serbia, yang secara historis memiliki hubungan dekat dengan Rusia, secara konsisten menolak tekanan Uni Eropa untuk bergabung dengan sanksi atau memutus hubungan energi dengan Moskow terkait konflik Ukraina.

Percakapan keduanya fokus pada "kemitraan strategis" antara kedua negara, terutama terkait pasokan energi, demikian konfirmasi Kremlin, Istana Kepresidenan Rusia.

img_title Mahasiswa Serbia Berhasil Gulingkan Pemimpin yang Berkuasa Selama 12 Tahun

Presiden Serbia dilaporkan menyampaikan rasa terima kasih atas kelanjutan "pengiriman gas yang stabil" dari Rusia.

Setelah panggilan telepon tersebut, Aleksandar Vucic mengatakan kepada media Serbia bahwa Vladimir Putin telah menyetujui perpanjangan kontrak gas selama tiga bulan yang seharusnya berakhir pada Selasa hari ini, 31 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beograd, ibu kota Serbia, mendapatkan persyaratan yang menguntungkan, dengan harga jauh lebih rendah daripada di sebagian besar Eropa.

Menurut Kremlin, Vladimir Putin dan Aleksandar Vucic juga bertukar pandangan tentang perang AS-Israel yang sedang berlangsung di Iran, konflik Ukraina, dan keamanan di Kosovo, serta negara tetangga Bosnia dan Herzegovina.

Ilustrasi Minyak Dunia

Harga Minyak Dunia Bertahan di Atas US$100, Serangan di Selat Hormuz Bikin Pasar Cemas

Harga minyak dunia naik ke US$116 per barel setelah kapal tanker diserang di Selat Hormuz. Konflik AS-Israel dan Iran kembali memicu kekhawatiran pasokan energi.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut