Plastik Makin Mahal, Harga Mainan Ikut Melonjak
"Pemilik toko tidak bisa tiba-tiba menaikkan harga secara tajam. Pelanggan sangat sensitif bahkan terhadap kenaikan kecil, terutama untuk barang non-esensial seperti mainan," lanjut Gupta.
Ia menambahkan bahwa sebagian pengecer memilih menahan kenaikan harga di kisaran 10 persen meski biaya pengadaan lebih tinggi, dengan cara mengorbankan margin keuntungan. Pedagang lain di Rani Jhansi Road juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi hampir di semua jenis mainan, termasuk yang tidak sepenuhnya berbahan plastik.
"Hampir semua barang mengalami kenaikan harga. Bahkan mainan dengan kandungan plastik yang terbatas tetap bergantung pada kemasan, komponen, dan logistik yang sangat bergantung pada plastik dan bahan bakar. Produsen memberikan berbagai alasan, termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja, dan transportasi," ujarnya.
Para pedagang kini berusaha menyeimbangkan kenaikan biaya tanpa menurunkan minat beli. Banyak dari mereka memilih menaikkan harga secara selektif dan mengurangi margin agar volume penjualan tetap terjaga.
Namun kekhawatiran masih membayangi. Jika harga minyak mentah terus bergejolak dalam waktu lama, bukan tidak mungkin harga mainan akan kembali naik dalam beberapa minggu ke depan.
Untuk saat ini, para pelaku usaha memilih memantau perkembangan pasar global dan rantai pasok sambil berusaha menjaga harga tetap stabil bagi konsumen.