Bos Danantara Prioritaskan Teknologi yang Sudah Terbukti Efektif Bagi Program PSEL

CEO Danantara, Rosan Roeslani
Sumber :
  • [Istimewa]

Jakarta, VIVA – Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani menegaskan, pihaknya akan memprioritaskan teknologi yang sudah terbukti efektif untuk menjalankan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

img_title Teknologi Sepeda Makin Berkembang, Ini Fitur yang Mulai Ditawarkan

Dalam konferensi pers di Gedung Danantara, Jakarta, Rosan mengaku bahwa pihaknya sangat terbuka untuk teknologi jenis lain yang juga bisa mengakomodir program tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tapi kita memprioritaskan teknologi yang sudah terbukti berjalan baik di banyak negara, di seluruh dunia. Nah itu tentunya kita berikan prioritas,” kata Rosan di Gedung Danantara, Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

img_title Rosan Tegaskan Kualitas Layanan Jadi Kunci Iklim Investasi Kondusif, Kementan Raih Predikat Terbaik

Waste to Energy (WtE) @ Mascha Tace/Shutterstock [https://www.shutterstock.com/id/image-vector/cool-vector-concept-layout-on-waste-384307330]

Photo :
  • vstory

Dalam konferensi pers bersama Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq itu, Rosan juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah melaporkan sebanyak 20 wilayah aglomerasi pada 47 kabupaten/kota, yang akan menjadi prioritas investasi PSEL.

img_title Teknologi Wireless Baru Mulai Dilirik Audio Profesional Tanah Air

Presiden Prabowo disebut-sebut juga telah meminta penanganan di wilayah kota dan aglomerasi yang timbulan sampahnya lebih dari 1.000 ton per hari, agar segera diprioritaskan dalam PSEL.

Sebanyak 20 wilayah aglomerasi tersebut telah memenuhi syarat tahap pertama, dan mendapatkan surat keputusan resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Sementara itu, untuk kota dengan timbulan 500–1.000 ton per hari, tidak memenuhi syarat utama Peraturan Presiden (Perpres) yang menetapkan wilayah prioritas PSEL dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton.

Rosan yang juga merupakan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM itu menekankan, sampai saat ini jika dilihat berdasarkan pemantauan dan evaluasi dari tim gabungan, terdapat tujuh wilayah aglomerasi pada 26 kabupaten/kota dengan timbulan sampah 500-1.000 ton per hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk (pemanfaatan) teknologi lain yang tetap terbuka, yang penting memang pekerjaan ini bisa dilakukan dengan baik, cepat dan paling penting diterima masyarakat, terutama di lingkungan tempat pengelolaan sampah itu akan dihasilkan,” ujar Rosan.

“Alatnya bisa dari negara Jepang, Korea, Belanda, China dan juga ada juga produk nanti dari kita sendiri juga,” ujarnya. (Ant).

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara

Ambil Alih 40 Persen Saham Whoosh dari PSBI, Suahasil CS: Sedang Difinalisasi!

Proses pengalihan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh, diakui oleh Suahasil CS tengah difinalisasi.

img_title
VIVA.co.id
18 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut