Pede Industri Tekstil Bersiap Sunrise, Menperin Agus Ungkap Buktinya

Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita percaya diri bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional saat ini memiliki prospek cerah ke depannya. Bahkan, kini sebagai sektor yang memiliki perkembangan pesat (sunrise) di tengah dinamika global yang kian kompleks.

img_title Transformasi IT Berbasis AI Jadi Solusi Perusahaan RI Menuju Autonomous Enterprise

Optimisme tersebut ditegasaknnya didukung oleh kinerja industri yang tetap tumbuh di tengah dinamika ekonomi saat ini, serta berbagai upaya penguatan daya saing yang terus dilakukan pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Menurut data yang kami terima bahwa kita sudah bisa mulai memutarbalikkan narasi yang menyatakan bahwa sektor TPT di Indonesia ini merupakan sektor yang sunset, bahkan kita secara optimis harus berani mengatakan it's a sunrise," kata Agus Gumiwang dalam pameran Indo Intertex-Inatex 2026 di Jakarta, Rabu, 15 April 2026.

img_title Dorong Ekonomi Sirkular yang Inklusif, Pemerintah Gandeng Industri, Koperasi, hingga Pelaku Informal

Dia menjabarkan, Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat. Hal tersebut  tercermin dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11 persen pada 2025. Sektor industri pengolahan bahkan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk sektor industri pengolahan berkontribusi sebesar 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan mendominasi ekspor hingga 84,89 persen dari total ekspor. Selain itu, sektor ini juga menyerap 20,31 juta tenaga kerja yang menunjukkan peran strategisnya dalam perekonomian.

img_title PHK Menghantui Industri Tekstil hingga Sepatu, Ternyata Ini Biang Keroknya

Khusus industri TPT, sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan 3,55 persen (year-on-year), dengan nilai ekspor mencapai 12,08 miliar dolar AS dan surplus 3,45 miliar dolar AS, yang didorong terutama oleh ekspor pakaian jadi.

Dari sisi investasi, sektor TPT juga menunjukkan daya tarik dengan realisasi investasi mencapai Rp20,23 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 3,96 juta orang atau sekitar 19,48 persen dari total tenaga kerja industri pengolahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, menurut dia, sektor TPT masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kenaikan harga bahan baku global, disrupsi rantai pasok, hingga dinamika permintaan pasar internasional. Oleh karena itu dibutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha dalam merumuskan langkah antisipatif.

Lebih lanjut menurutnya, Indo Intertex-Inatex 2026 juga berperan sebagai platform business matching yang mempertemukan pelaku industri nasional dan internasional, sekaligus membuka peluang kemitraan dan investasi baru.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut