Gen Z Bukan Malas Kerja, Riset Sebut Ini Alasan Mereka Ogah Lembur

Ilustrasi kerja bareng Gen Z
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VIVA – Banyak anggapan yang menyebut generasi Z atau Gen Z kurang memiliki etos kerja karena tidak terbiasa lembur, menolak membalas pesan kantor di luar jam kerja, hingga berani mempertanyakan atasan. Namun, pandangan ini mulai dipatahkan oleh berbagai riset terbaru.

img_title Bukan Gaji, Ini Faktor Utama Penyebab Burnout Karyawan di Tempat Kerja

Alih-alih dianggap malas, Gen Z justru dinilai sedang mendefinisikan ulang makna disiplin dalam bekerja. Mereka lebih mengutamakan efisiensi, batas yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta kerja yang lebih terarah dibanding sekadar budaya lembur tanpa akhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi sebagian generasi sebelumnya, laptop yang ditutup tepat pukul 18.00 mungkin terlihat seperti kurang ambisius. Namun bagi Gen Z, hal itu justru merupakan bentuk disiplin.

img_title Kebangkitan Politik Kaum Gen Z, 140.000 Pelajar Turun ke Jalan di Jerman Protes Pemangkasan Anggaran

Konsep ini berbeda dari disiplin tradisional yang identik dengan jam kerja panjang dan kesibukan yang terlihat jelas. Kini, disiplin lebih diartikan sebagai kemampuan bekerja efektif dalam batas yang sehat.

Salah satu bentuk disiplin yang paling menonjol adalah soal waktu kerja. Gen Z lebih fokus pada hasil, bukan jumlah jam kerja. Hal tersebut terungkap dalam riset berjudul 'Redefining Work Ethic: Why Gen Z Values Efficiency Over Exhaustion'.

img_title Sering Lelah dan Sulit Fokus saat Bekerja? Ini 5 Kebiasaan yang Perlu Diperbaiki

Melansir dari India Today, Minggu, 19 April 2026, riset tersebut menunjukkan bahwa Gen Z lebih memilih menyelesaikan pekerjaan secara efektif dibanding bertahan lama di kantor hanya demi terlihat rajin. Mereka juga dikenal lebih tegas soal batas antara urusan kantor dan kehidupan pribadi, sehingga mereka tidak selalu merasa wajib membalas pesan kerja di luar jam kantor.

Hal ini didukung studi 'A Study on Impact of Gig Economy on Work-Life Balance of Gen Z Employees' yang menunjukkan bahwa paparan terhadap budaya kerja fleksibel membuat generasi muda lebih sadar terhadap risiko kesehatan mental.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun batas ini bukan berarti kaku. Artinya, batas yang dibuat bukan penolakan terhadap pekerjaan, melainkan bentuk kesadaran untuk menjaga keseimbangan hidup.

Hal lain yang sering disalahpahami adalah kebiasaan Gen Z mempertanyakan keputusan atasan. Banyak yang menganggap hal itu sebagai bentuk kurang hormat. Padahal, bagi mereka, bertanya adalah bentuk keterlibatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut