Langit Eropa Terancam Sepi

Kantor Pusat Uni Eropa di Brussels, Belgia.
Sumber :
  • Pixabay

Jakarta, VIVA - Eropa terancam kehabisan bahan bakar avtur untuk pesawat komersial jika pasokan minyak mentah terus terganggu akibat konflik di Selat Hormuz.

img_title Sahroni Sayangkan Kunjungan Prabowo ke Rusia Marak Hoaks: Jangan Sampai Merusak Kritik yang Bagus ke Pemerintah!

Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol mengingatkan mengenai konsekuensi global yang luas dari apa yang digambarkannya sebagai "krisis energi terbesar yang pernah dihadapi," yang dipicu oleh gangguan terhadap pasokan minyak mentah, gas alam, dan pasokan penting lainnya yang mengalir melalui Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kampanye pengeboman duet Amerika Serikat (AS) dan Israel mendorong Iran untuk menutup jalur perdagangan penting tersebut, yang merupakan jalur bagi sekitar 20 persen minyak mentah global. Konflik tersebut memicu gangguan dalam rantai pasok yang kemungkinan berlangsung lama.

img_title Trump Pede Jalur Pipa Minyak Suriah Bakal Gantikan Peran Krusial Selat Hormuz

"Kapal-kapal tanker yang membawa minyak mentah tidak dapat mencapai pelabuhan-pelabuhan di Eropa, sementara rute alternatif yang layak tetap terbatas. Jadi, Eropa mungkin hanya memiliki persediaan avtur sekitar enam minggu. Dan, jika Selat Hormuz belum dibuka kembali maka kita akan segera mendengar kabar banyaknya pembatalan penerbangan," ungkap Fatih, seperti dikutip dari situs Russia Today, Senin, 20 April 2026.

Ia pun menyamakan situasi tersebut dengan "situasi yang sangat sulit," dan memperingatkan bahwa semakin lama gangguan berlanjut, semakin buruk dampaknya terhadap pertumbuhan dan inflasi di seluruh dunia. Akibatnya akan berarti "harga bensin yang lebih tinggi, harga gas yang lebih tinggi, harga listrik yang tinggi".

img_title Bahlil Janji Realisasikan Kerja Sama Energi RI-Rusia hingga Manfaatnya Dirasakan Masyarakat

Uni Eropa dan Inggris Raya secara luas dipandang sebagai pihak yang paling dirugikan oleh blokade Selat Hormuz karena ketergantungannya yang besar pada minyak mentah Timur Tengah setelah menjatuhkan sanksi berlapis terhadap pasokan Rusia.

Pada awal bulan ini saja Bandara Internasional Heathrow di London, Inggris telah mengalami pembatalan penerbangan terkait dengan melonjaknya harga avtur. Sementara maskapai Skandinavia SAS dilaporkan telah membatalkan sekitar 1.000 penerbangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maskapai regional Inggris yang lebih kecil, Skybus dan Aurigny, juga telah mengurangi layanan karena harga avtur melonjak sekitar 120 persen, dan Air France terpaksa menaikkan tarif pada rute jarak jauh.

Meski begitu, Moskow telah memberi sinyal bahwa mereka siap untuk mengisi kesenjangan pasokan minyak guna mengimbangi kekurangan yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut